Hadapi Jepang, Ini Pola Permainan Kolombia


MOSKOW, SERUJI.CO.ID – Didorong oleh pemenang Sepatu Emas 2014 James Rodriguez dan pencetak gol terbanyak Radamel Falcao, Kolombia sangat percaya diri untuk menghancurkan perlawanan tim peringkat rendah Jepang pada Selasa (19/6), sebelum mereka menghadapi rival Grup H yang lebih kuat, Polandia dan Senegal.

Kolombia berada di peringkat ke-16 FIFA, sementara Jepang di posisi ke-61, dan sejarah pun ada di pihak mereka juga  Kolombia mengalahkan “Samurai Biru” dengan skor 4-1 di babak penyisihan grup Piala Dunia 2014.

“Kami akan menaklukkan Rusia,” posting Falcao di Instagram baru-baru ini bersama unggahan foto pemain Amerika Selatan itu yang mengenakan dasi di pesawat mereka saat bertolak ke Rusia.

Kolombia dengan kostum kerah kuning menarik perhatian para penggemar sepak bola di Brazil empat tahun silam dengan gaya serang kontra-serang dan perayaan gol dengan tarian salsa yang membawa mereka ke putaran perempat final Piala Dunia 2014, hasil terbaik mereka yang pernah ada sepanjang berpartisipasi di pentas Piala Dunia.

Tetapi mereka melanjutkan untuk melakoni laga kualifikasi Piala Dunia 2018 yang tidak menarik saat menuju Rusia. Mereka hanya mencetak 21 gol selama dua tahun, 18 pertandingan kualifikasi Amerika Selatan yang melelahkan dengan tiga poin dari empat pertandingan terakhir mereka untuk mengklaim tempat keempat.

Skuad yang dipimpin oleh pelatih Argentina Jose Pekerman berjanji untuk meningkatkan kekuatan menyerang mereka di Grup H yang sulit sekaligus membuktikan bahwa kiprah mereka di Brazil bukan hanya satu kali saja.

“Kami harus mengambil inisiatif. Kami adalah tim yang memiliki ciri khas untuk pola permainan itu. Kami harus memiliki kepercayaan diri untuk terus maju. Tetapi kami juga tidak bisa kehilangan kekuatan pertahanan,” kata gelandang Abel Aguilar.

Masih segar saat kekalahan dalam beberapa pertandingan persahabatan sejak kualifikasi sebelum menuju kompetisi Piala Dunia, Jepang gugup pada prospek menghadapi pemain AS Monaco Falcao dan Rodriguez  pemain pinjamanan dari Real Madrid di Bayern Munich.

Pelatih kepala Jepang Akira Nishino, mantan gelandang internasional yang mengambil alih timnas Jepang pada bulan April, mengatakan pada bulan lalu bahwa mengalahkan Kolombia akan menjadi keajaiban kecil. Nishino telah menunjuk pemain-pemain tim Piala Dunia yang berpengalaman  termasuk tiga pemain dengan lebih dari 100 pertandingan internasional Yuto Nagatomo, Shinji Okazaki dan kapten Makoto Hasebe.

“Kualitas tim Kolombia sudah meningkat, dan mereka memiliki pemain-pemain dengan postur tinggi serta atletis,” kata pemain klub Fortuna Duesseldorf, Takashi Usami, pada bulan ini.

“Kami harus menyesuaikan kualitas operan bola kami dan waktu pemain yang menerima operan itu untuk mendapatkan bola,” tutupnya. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close