Eriksson Prediksi Inggris Akan Alami Kelelahan di Piala Dunia


LONDON, SERUJI.CO.ID – Para pemain Inggris akan mengalami masalah kelelahan pada Piala Dunia bulan depan di Rusia karena tuntutan kompetisi domestik mereka, kata mantan pelatih Inggris Sven-Goran Eriksson kepada BBC pada Kamis (17/5).

“Terdapat dua ajang piala domestik yang besar, sebagian besar pemain Inggris bermain di Eropa dan liganya berat. Itu baik-baik saja, namun masalah terbesarnya adalah tidak memiliki masa istirahat,” katanya.

Pria Swedia yang melatih Inggris pada Piala Dunia 2002 dan 2006 serta Piala Eropa 2004, mengatakan kurangnya libur pertengahan musim merupakan alasan mengapa Inggris kerap tampil di bawah kemampuan terbaiknya di turnamen-turnamen internasional utama.

“Jika Anda bermain di Liga Inggris, Anda memainkan banyak pertandingan.Itulah alasan terbesar mengapa Inggris kesulitan memberikan dampak besar di turnamen-turnamen besar,” ucapnya.

Pelatih Inggris Gareth Southgate membentuk tim dengan banyak pemain muda untuk Piala Dunia, dan Eriksson percaya bahwa ada banyak tujuan di tim tersebut.

“Saya menyukai skuadnya. Ada banyak pemain muda, pemain-pemain lapar yang ingin memperlihatkan apa yang dapat mereka lakukan,” tuturnya.

“Saya menyukai para penyerang karena mereka dapat melakukan berbagai hal sendiri, mereka memiliki kecepatan dan mereka dapat mencetak gol demi gol. Saya sangat penasaran untuk melihat bagaimana mereka akan melakukannya. Pada serangan-serangan balik, pemain-pemain yang ada dapat menjadi sangat, sangat berbahaya.”

Ia berharap timnas Inggris dapat bisa mencapai hasil yang lebih di Piala Dunia.

“Saya berharap mereka dapat melaju lebih jauh daripada yang saya lakukan dan mencapai semifinal. Jika demikian, semuanya memungkinkan. Saya berharap untuk Southgate dan para pemain, namun khususnya untuk negeri itu dan para penggemar. Akan hebat bagi mereka untuk memiliki tim yang melaju lebih jauh dari perempat final.

Inggris akan memainkan pertandingan-pertandingan persahabatan melawan Nigeria dan Kosta Rika pada 2 dan 7 Juni, sebelum terbang ke Rusia di mana mereka menghuni Grup G di Piala Dunia, bersama Belgia, Panama, dan Tunisia. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close