Dikalahkan Swedia, Son Heung-min Salahkan Dirinya Sendiri

NIZHNY NOVGOROD, SERUJI.CO.ID -Penyerang Son Heung-min menyalahkan dirinya sebagai penyebab kekalahan 1-0 Korea Selatan (Korsel) oleh Swedia dalam pertandingan pembuka Piala Dunia mereka pada Senin (18/6).

Dia mengatakan tidak melakukan cukup upaya untuk membantu mengangkat rekan satu timnya dalam pertandingan Grup F mereka.

Son dianggap sebagai satu-satunya pemain kelas dunia di Korea dan dia merasakan beban tanggung jawab yang lebih besar karena sosoknya yang merumput di liga papan atas Inggris.

“Saya benar-benar kecewa dengan penampilan saya sendiri. Saya rasa saya harus menjadi orang yang membuat sesuatu terjadi untuk rekan tim saya tetapi saya tidak bermain dengan baik,” Son mengatakan pada reporter.

“Itu tidak berjalan sesuai rencana dan saya hanya tidak bermain dengan baik,” penyerang Tottenham Hotspur itu menambahkan.

Son ditempatkan di posisi sisi kanan dari tiga orang penyerang Korsel, tetapi sebagian besar kurang dikenal karena timnya tidak membebankan upaya tunggal untuk mencetak gol.

“Kita harus bertanggung jawab untuk laga ini. Ketika kami memenangkan bola, kami masih memiliki terlalu banyak jarak yang tersisa untuk maju,” kata Son yang sering lesu ketika menjawab pertanyaan dalam bahasa Korea dan Inggris.

Secara keseluruhan, itu adalah penampilan mengecewakan yang membuat Korea terancam dengan tersisa pertandingan melawan Meksiko dan Jerman.

“Sayang sekali kami tidak mendapatkan hasil yang baik. Kami tahu penting artinya untuk tidak menyerah terlebih dahulu,” Son menambahkan.

“Jika kami kebobolan satu gol, kami harus mencetak dua gol, jadi kami bermain sangat hati-hati.

“Kami semua telah bekerja keras untuk mempersiapkan pertandingan ini. Kami harus menerima hasil ini dan mereorganisasi diri untuk menghadapi Meksiko.

“Tapi mereka bermain sangat baik untuk mengalahkan Jerman. Mereka cepat. Tapi (gangguan) seperti itu kadang terjadi dalam sepak bola. Jika kita bisa secara mental kuat, kita bisa melakukan hal yang sama tetapi Piala Dunia bukanlah kompetisi yang mudah,” ujar Son.

Korea Selatan akan menghadapi Meksiko di Rostov-on-Don pada Sabtu (23/6) sebelum bertemu juara dunia Jerman. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy