Brazil Jadi Tim Favorit, Casemiro: Tidak Menjamin Menang

SOCHI, SERUJI.CO.ID – Brazil mungkin menjadi favorit terkuat untuk mengalahkan Meksiko dan bakal melaju ke perempat final Piala Dunia, tetapi pemain tengah Casemiro menunjuk Jerman yang sudah tersingkir sebagai bukti bahwa dalam sepak bola, favoritisme hanya perhitungan tanpa makna.

Brazil akan menghadapi tim Meksiko di Samara pada Senin (2/7), tetapi gelandang Real Madrid itu mengatakan, Brazil yang pernah menjadi juara lima kali itu tidak menjadi jaminan pasti menang, terutama setelah melihat Jerman, juara bertahan dan menjadi tim favorit bersama sebelum dimulainya turnamen ternyata finis sebagai juru kunci di grup mereka.

“Favoritisme ini datang dari Anda,” katanya kepada wartawan di pusat pelatihan tim Brasil.

“Kaos itu tidak memenangkanmu dalam pertandingan. Lihatlah Jerman. Dengan semua pemain yang mereka miliki dan semua favoritisme itu, mereka masih tersingkir di ronde pertama,” jelasnya.

“Kami santai tentang hal itu. Semua pemain kami adalah kelas atas, klub mereka selalu favorit. Jadi kami sudah terbiasa dengan tekanan. Favoritisme ini yang kalian semua bicarakan. Kami selalu memiliki rasa hormat, ketenangan dan kerendahan hati. Kami harus bermain sepak bola yang baik untuk mengalahkan Meksiko,” ungkapnya.

Salah satu alasan Brazil menjadi favorit adalah catatan buruk Meksiko melawan tim Amerika Selatan di putaran final Piala Dunia. Dalam 15 turnamen berbeda sebelum Rusia, Meksiko hanya mampu sekali saja mengalahkan tim Amerika Selatan, yakni menaklukkan Ekuador 2-1 pada putaran Piala Dunia 2002.

Alasan lain adalah ketidakpastian Meksiko. Pemain-pemain Meksiko membuat salah satu kejutan di awal turnamen ketika mereka mengalahkan Jerman dengan skor 1-0. Selanjutnya mereka menang 2-1 atas Korea Selatan, tetapi kemudian secara mistis tampil buruk saat melawan Swedia dan mereka ditundukkan dengan skor 3-0.

Pemain Meksiko mana pun yang ditampilkan, mereka harus melewati seorang pemain yang sekarang ini dinilai sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia.

Setelah membuat lima penampilan pengganti untuk Brazil pada tahun 2011 dan 2012, Casemiro ditinggalkan untuk sementara waktu. Tetapi kini dia telah menjadi bagian integral dari tim Tite, memulai semua dari awal pertandingan dari 13 laga terakhir Brazil.

Pemain berusia 26 tahun itu absen dalam semua jenis istirahat musim panas, setelah bermain hingga pertandingan terakhir musim liga bersama klubnya.

Pertandingan itu, tentu saja adalah final Liga Champions ketika dia kembali meraih gelar juara dan dia hanya tertawa atas kekhawatiran mungkin lelah atau siap untuk beristirahat.

“Saya bermain di final Liga Champions dan saya menang,” katanya. “Itu adalah mimpi. Dan mimpi lainnya bermain di Piala Dunia dan menang. Saya akan menjadi pria paling bahagia di dunia.” (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER