Ini Penyebab Kiper Liverpool Tidak Maksimal Saat Final Liga Champions

0
50
Kiper Liverpool Loris Karius kebobolan 3 kali saat menghadapi Real Madrid di final Liga Champions

LIVERPOOL, SERUJI.CO.ID – Kiper Liverpool Loris Karius, yang dua kesalahan fatalnya membantu Real memenangi final Liga Champions, menderita gegar otak pada pertandingan itu yang mungkin mempengaruhi penampilannya, kata sejumlah dokter AS pada Senin (4/6).

Karius disalahkan untuk dua gol tim Spanyol itu saat Real menang 3-1 di Kiev pada 26 Mei, dan Liverpool mengirim pria Jerman itu untuk menemui para spesialis lima hari setelah pertandingan tersebut.

“Setelah dengan cermat meninjau ulang film pertandingan dan mengintegrasikan sejarah mendetail, termasuk laporannya saat ini dan gejala langsung pascakontak, pemeriksaan fisik, dan metrik obyektif, kami menyimpulkan bahwa Tuan Karius menderita gegar otak saat pertandingan itu berlangsung,” kata Dr. Ross Zefonte dan Lenore Herget dalam pernyataan yang dirilis oleh Rumah Sakit Umum Massachusetts.

“Sisa gejala utama dan tanda-tanda obyektif Tuan Karius mengindikasikan adanya disfungsi spasial visual dan kelihatannya terjadi segera setelah kejadian itu. Gejala tambahan dan disfungsi area-area tertentu juga terjadi. Defisit-defisit seperti itu dapat saja mempengaruhi penampilannya,” imbuhnya.

Para dokter tidak memberi indikasi kapan atau bagaimana gegar otak itu terjadi, meski tayangan-tayangan televisi memperlihatkan bek Real Sergio Ramos menubruk Karius pada awal babak kedua.

Tidak lama setelahnya, lemparan Karius dapat diintersep oleh Karim Benzema untuk membawa Real memimpin. Gareth Bale mencetak gol kedua yang tidak dapat dihentikan, sebelum penyerang Wales itu mencetak gol ketiga Real dengan sepakan jarak jauh yang menyusup melewati tangan Karius.

Karius yang putus asa meminta maaf kepada para penggemar Liverpool untuk kesalahannya, namun ia mendapatkan kritik tajam dan pelecehan online.

Para dokter mengatakan kondisi kiper 24 tahun itu telah membaik sejak insiden.

“Kami berharap bahwa dengan perawatan dan diikuti protokol aktif yang ditentukan, ia akan terus membaik,” kata mereka.

“Kami mendorong kewaspadaan dan penekanan pada keselamatan agar ia dapat kembali beraktivitas penuh,” tambahnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU