Merasa Bersih, Ronaldo Tolak Bayar Tunggakan Pajak

0
47
cristiano ronaldo
Pesepak bola Real Madrid Cristiano Ronaldo

MADRID – Agensi yang mewakili Cristiano Ronaldo, Gestifute membantah pemberitaan yang beredar pada Rabu (21/6) bahwa klien mereka akan membayar tunggakan pajak yang dituduhkan otoritas jaksa Spanyol.

Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, merasa dirinya tidak bersalah atas tudingan penggelapan pajak yang dilontarkan oleh Kejaksaan Tinggi Madrid. Ronaldo pun secara tegas menolak membayar utang pajaknya yang mencapai 14,7 juta euro karena merasa semua pengelolaan finansial dilakukan secara terbuka dan tertib hukum. Demikian dilansir dari Daily Mirror (23/6).

Inti dari permasalahan ini adalah perbedaan pandangan terhadap kewajiban membayar pajak dari pos pendapatan hak pencitraan pribadi. Sejak 2004, Ronaldo sudah memiliki perusahaan yang mengurusi pendapatannya itu. Perusahaan itu beroperasi di Inggris dan hanya membayar pajak di sana saja. Saat itu, Ronaldo masih berstatus pemain Manchester United.

Pihak otoritas pajak Spanyol merasa mereka harusnya mendapatkan jatah karena Ronaldo bekerja di Spanyol dan otomatis meraup pendapatan itu di Negeri Matador juga. Namun Ronaldo bersikukuh bahwa ia tak wajib membayar karena sudah membayar pajak di Inggris.

Ronaldo dijadwalkan akan menjalani persidangan perdana kasus ini pada 31 Juli. Tetapi besar kemungkinan ia hanya akan diwakili oleh para penasihat hukumnya. Ronaldo sudah menyewa jasa Jose Maria Alonso Puig dan Luis Briones dari firma hukum Baker & McKenzie.

Masalah pajak yang membelit Ronaldo berdampak luas terhadap kestabilan Madrid. Akibat kasus ini, winger 32 tahun tersebut berkeinginan untuk hengkang.

Hal ini tentu saja bikin manajemen Madrid kebakaran jenggot, karena khawatir kehilangan anak emasnya di musim depan.

Namun demikian, masih ada peluang bagi Ronaldo untuk bertahan. Sebab, Presiden Madrid, Florentino Perez, akan melakukan negosiasi lanjutan dengan Ronaldo. (IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

DPD: Indonesia Berbagi Pengalaman Atasi Terorisme

HANOI, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Nono Sampono mengatakan Indonesia berbagi pengalaman mengatasi aksi terorisme dalam upaya mendorong langkah bersama mencegah kejahatan tersebut. Dalam...

PSI Galang Dana Publik Untuk Partai

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggalang dana donasi publik untuk pendanaan partai dan mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air. "Agar independen, hanya...
Anugerah Humas

Website ITS Sabet Juara II Anugerah Humas Perguruan Tinggi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menyabet peringkat dua dalam ajang Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinasi Perguruan...

Ketua MPR: Demokrasi Pancasila Jamin Kesetaraan

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai demokrasi Pancasila yang dianut Indonesia menjamin kesetaraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga implementasinya dibutuhkan...
Pilbup Garut 2018

Persyaratan Paslon Perseorangan Pilbup Garut 2018 Belum Lengkap

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Calon Bupati/Wakil Bupati Garut dari jalur perseorangan belum melengkapi persyaratan bukti dukungan dari warga Garut sebagai syarat utama menjadi peserta Pilbup Garut...
loading...
fotozukifli

Paska Diperiksa, Ustadz Zukifli Muhammad Ali Diundang Live di TV Swasta Nasional

Berita tentang "penangkapan" ustadz baru-baru saja terjadi, dialami Ustadz Zukifli Muhammad Ali, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA, lihat di berita...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...