Luis Enrique Turun Tahta Akhir Musim

BARCELONA – Hasil buruk di Liga Champions membuat Luis Enrique segera meninggalkan Barcelona. Klub Barcelona menulis di Twitter: “BREAKING NEWS: @LUISENRIQUE21 Luis Enrique mengumumkan ia tidak akan melanjutkan diri sebagai manajer Barcelona musim berikut.”

Manajer usia 46 ini membawa Barca merebut treble; Liga Champions, La Liga dan Copa del Rey di musim pertamanya pada 2014-15, dan merebut juara domestik ganda musim berikutnya. Namun, kursi manajemennya memanas musim ini. Puncaknya, kekalahan 0-4 atas Paris Saint-Germain di leg pertama 16-Besar Liga Champions 14 Februari.

“Ini keputusan sulit. Setelah saya ukur dan pikir dengan baik, maka saya harus setia kepada keyakinan saya,” katanya, beberapa saat setelah Barca menang 6-1 atas Sporting Gijon pada Rabu (1/3). “Alasan utama saya adalah saya harus istirahat. Saya berterima kasih kepada klub atas kepercayaan pada saya. Ini tiga tahun yang tak terlupakan.”

Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu, mengatakan di Twitter resmi Barcelona: “Kami menerima keputusan Luis Enrique. Dia telah menjadi pelatih hebat. Sekarang adalah waktu untuk mengakhiri dalam cara terbaik mungkin.”

Sebelumnya, Bartomeu telah berbicara untuk menahan Enrique, tapi sekarang ia harus mencari bos baru. Lalu, siapa calon penggantinya?

Disebut-sebut, Jorge Sampaoli manajer Sevilla, Ernesto Valverde manajer Athletic Bilbao dan Eusebio Sacristan dari Real Sociedad adalah kandidat utama. Ronald Koeman, mantan bek Barcelona yang kini menangani Everton, juga pernah telah dikaitkan dengan pekerjaan itu. Begitu juga dengan Mauricio Pochettino manajer Tottenham Hotspur dan Arsene Wenger bos Arsenal.

EDITOR:Omar Ballaz

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.