Lawan Indonesia, Vietnam Yakini Semifinal Selesai Dalam 90 Menit

KAMBOJA, SERUJI.CO.ID – Pelatih Tim Nasional Vietnam U-22 Nguyen Quoc Tuan meyakini laga semifinal Piala AFF U-22 melawan Indonesia di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Ahad (24/2), akan bisa ditemukan pemenangnya dalam 90 menit.

“Saya kira pemenang akan ditentukan dalam 90 menit,” kata Quoc Tuan selepas memimpin sesi latihan timnya di Stadion Nasional, Sabtu (23/2) sore.

Ketika dikonfrontasi dengan pernyataan Quoc Tuan, Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri menjawabnya dengan berkelakar meski tak menyembunyikan optimismenya.

“Ya bagus dong, kita juga 85 menit selesai,” ujarnya sembari disambut gelak tawa awak media.

Kendati demikian, Indra tetap memilih untuk menyempatkan para pemainnya melakoni latihan eksekusi tendangan penalti pada sesi latihan sore selepas Vietnam berlatih.

“Ya karena besok pertandingan setelah dua kali 45 menit akan dilanjutkan dengan dua kali 15 menit dan kalau tetap draw adu penalti,” kata Indra.

“Makanya semua kemungkinan yang akan terjadi besok kita antisipasi dari sekarang,” ujar mantan pelatih Timnas U-19 itu menambahkan.

Indra memang pernah sukses mengalahkan Vietnam lewat adu penalti saat mengantarkan Timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2013 silam.

Oleh karena itu, ia tak kehilangan keyakinan bahwa timnya bisa meraih hasil terbaik saat menghadapi Vietnam esok.

Lebih lanjut dengan waktu istirahat yang lebih pendek, Indra ingin memastikan kondisi para pemainnya cukup siap menghadapi laga menentukan besok.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER