Juve Bukan Cuma Penalti Dybala

TORINO – Juventus mengamankan langkah pertama semifinal Coppa Italia dengan skor 3-1 saat menjamu Napoli di Juventus Stadium, Selasa (28/2). Dua penalti Paolo Dybala membalik kedudukan setelah Juventus tertinggal 0-1 di babak pertama. Namun, manajer Massimiliano Allegri menyebut Juve lebih dari itu.

Babak pertama, Juventus bermain buruk dan banyak kesalahan meski menghasilkan banyak peluang dan sering mematahkan peluang Napoli. Sampai-sampai, Juventus tertinggal setelah Jose Callejon mencetak gol cantik menit ke-36. Bola sepakannya menyerempet gawang sebelum menggoyang jala.

Di babak kedua, permainan Si Nyonya Tua membaik. Serangan efektif sehingga menghasilkan tiga gol. Paulo Dybala mengeksekusi penalti menit ke-47, setelah dilanggar Kalidou Koulibaly. Kemudian, Gonzalo Higuain maju dan membobol gawang Pepe Reina menit ke-64. Terakhir, Dybala mencetak gol penalti menit ke-69.

Hasil ini membuat Juventus melanjutkan kemenangan dalam 10 laga berbagai kompetisi. Di Liga Serie A, Juventus teratas unggul tujuh poin di atas Roma. Namun, untuk Coppa Italia, Juve tidak boleh kalah saat tandang ke Stadion San Paolo di Napoli pada 5 April.

Akhir pertandingan, Napoli gusar. Cristiano Giuntoli, direktur Napoli, merilis pernyataan mengungkapkan kekesalan terutama terkait dua penalti. “Kami dikalahkan oleh dua keputusan yang tidak bisa diperdebatkan tapi memalukan dan merusak seluruh sepakbola Italia.”

Sementara, manajer Allegri berkomentar tentang dua penalti, “Saya tidak ingin memberi vonis apa pun pada wasit. Saya pikir kinerja Juventus tidak dapat direduksi menjadi cuma dari dua penalti. Kita harus melihat lebih dari hal-hal ini. ”

Ia juga berkata, “Malam ini saya harus memuji seluruh skuad. Mereka bermain lebih baik di babak kedua dan berhasil membalik keadaan meskipun sudah tertinggal satu gol. Napoli selalu berbahaya, dan kami menunutaskan permainan dengan tinggi.”

EDITOR: Omar Ballaz

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Disabilitas Mental dan Pemilu

Ketika Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa KPU mendata pemilih penyandang disabilitas mental atau sakit jiwa, muncul pertanyaan penderita penyakit jiwa mana yang diberikan hak untuk memilih?

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER