Cech Tak Dipasang, Ozil Berpeluang

LONDON – Agak aneh ketika Arsene Wenger tidak memasang Peter Cech untuk mengawal gawang Arsenal dalam laga penting Liga Champions, Rabu (15/2). Malahan, yang dipasang David Ospina untuk menghadapi para penyerang Bayern Munich.

Cech adalah kiper utama untuk setiap pekan pertandingan di Liga Premier Inggris. Namun, dalam konferensi pers, Wenger menyebut penjaga gawang usia 34 tidak sedang pada levelnya. Apa lagi, ia bekerja ekstra keras jika harus tampil di tiga pertandingan dalam sepekan.

Tapi, bukankah Cech satu-satunya yang berpengalaman juara Liga Champions dalam skuad Arsenal? Sementara, Ospina rekan timnya asal Kolombia belum sekaliber dia?

Jika lini belakang seperti itu, maka Mesut Ozil punya peluang sangat besar untuk unjuk diri. Dia harus tampil sebaik mungkin di negerinya sendiri sebagai pemenang Piala Dunia. Memang berat beban di pundaknya. Wenger menantangnya sebagai playmaker untuk menggerakkan tim.

Di sisi lain, tuan rumah Bayern Munich mendapat istirahat musim dingin untuk liga Jerman. Maka, Carlo Ancelotti bisa lebih fokus memenangi tanding lawan Arsenal ini. Sepekan, Arsenal harus main lima kali sementara Bayern seperti liburan.

Dengan posisi di puncak Bundesliga, Bayern punya kualitas tim yang bagus. Robert Lewandowski akan menjadi penantang Shkodran Mustafi dan Laurent Koscielny. Gerakannya dan tekniknya unggul.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Goenawan Mohamad, Nyaplok JP dan Ngobok-obok PAN

Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER