Usai Menangi Liga Champions, Zidane Tinggalkan Real

MADRID, SERUJI.CO.ID – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane meninggalkan sang juara Eropa setelah memenangi tiga gelar Liga Champions secara berturut-turut, ucapnya pada konferensi pers, Kamis (31/5).

“Menurut saya inilah saatnya, baik bagi saya, tim, dan klub (untuk mengundurkan diri). Ini merupakan momen aneh untuk dilakukan, saya tahu, namun juga (momen yang) penting. Saya harus melakukan ini untuk semua orang,” tuturnya.

“Tim ini semestinya memikul kemenangan dan memerlukan perubahan untuk hal ini. Setelah tiga tahun, ini memerlukan suara lain, metode kerja yang lain, untuk itu saya mengambil keputusan ini,” ungkapnya.

Zidane menjadi pelatih pertama yang mampu memenangi tiga Liga Champions secara beruntun ketika Real menang 3-1 atas Liverpool menutup periode luar biasa pada pekerjaan pertamanya di level manajemen klub senior.

“Saya sangat mencintai klub ini, presiden, yang memberikan saya segalanya, untuk bermain di klub ini. Saya akan selalu bersyukur. Hari ini saya memerlukan perubahan, bagi saya, bagi setiap orang, untuk itu saya mengambil keputusan ini,” tambah Zidane.

Pria Prancis itu mengambil kendali di ruang ganti yang terpolarisasi setelah pemecatan Rafael Benitez pada Januari 2016, dan segera menyatukan skuad.

Ia meraih “hattrick” kesuksesan Eropa untuk pertama kalinya dua tahun silam ketika Real mengalahkan rival sekota Atletico Madrid melalui adu penalti di final. Dua tahun silam ia memimpin Real mengawinkan Liga Champions dan Liga Spanyol untuk pertama kalinya dalam 59 tahun.

Real menyelesaikan musim dengan unggul tiga poin ketika mereka memenangi gelar liga pertama mereka sejak 2012, sebelum menghancurkan Juventus 4-1 di final Liga Champions untuk menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar juara di kompetisi elit itu dengan format saat ini.

Zidane memenangi sembilan penghargaan utama sebagai pelatih Real dan kejayaan terbesar datang pada Sabtu silam, ketika ia bergabung dengan grup para pelatih elit, yang termasuk Bob Paisley dan Carlo Ancelotti dengan mengangkat trofi Liga Champions untuk ketiga kalinya sebagai pelatih. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tragedi Lion Air JT-610: Momentum Peningkatan Kesadaran Hukum Keselamatan Penerbangan

Hasil penelitian penyebab kecelakaan penerbangan yang dilakukan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) hanya merupakan masukan secara tertutup kepada Pemerintah sebagai bahan evaluasi untuk pencegahan antisipasi agar tidak terulang lagi penyebab kecelakaan yang sama.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Indonesia Darurat Keadilan