Berlimpah Uang!! Pemain Barcelona Rata-Rata Dibayar Rp540,8 Juta Per Hari

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Klub sepak bola kaya raya asal Spanyo, Barcelona mencatat sejarah sebagai klub pertama di dunia yang mampu menggaji pemain mereka dengan jumlah fantastis, yakni dengan gaji rata-rata diatas 10 juta poundsterling (Rp186,3 miliar) per tahun.

Menurut Global Sport Salary Survey (GSS) yang dikutip theguardian.com, Senin (26/11), musim kompetisi tahun ini, klub papan atas Spanyol tersebut menggelontorkan rata-rata 10,45 juta pound (Rp194,699 miliar) untuk masing-masing 23 anggota pemain.

Jika dibagi rata, berarti setiap pemain Barcelona menerima gaji sebesar Rp16,2 miliar sebulan, atau Rp540,8 juta per hari.

Jumlah tersebut belum termasuk bonus dan angka tersebut meningkat sebanyak sepertiga dari jumlah yang dibayar klub pada musim 2017-2018.

Dari seluruh pemain, adalah Lionel Messi yang menerima gaji terbesar, yaitu diatas 50 juta pound per tahun, disusul dengan pemain bergaji besar lainnnya yang membuat pengeluaran klub semakin membengkak, yaitu Phillippe Coutinho, Arthur, Malcom, Arturo Vidal, Gerard Piqué, Sergi Roberto, Samuel Umtiti dan Sergio Busquets.

Real Madrid menempati peringkat kedua dari survei GSS, yang dipilih dari 349 klub olahraga di seluruh dunia untuk delapan cabang. Rata-rata pemain Real Madrid bergaji 8,1 juta pound setahun.

Klub peringkat teratas lainnya dengan gaji pemain tertinggi diisi oleh klub basket NBA, yaitu Oklamahoma Thunder di peringkat ketiga (7,85 juta pound) dan Golden State Warrior di peringkat keempat (7,82 juta pound).

Manchester United (£6.53 juta), menempati peringkat teratas di Inggris atau peringkat kesepuluh dalam survei GSS, setingkat dibawah Juventus yang melonjak dari urutan 32 setelah merekrut Cristiano Ronaldo dari Manchester United.

Klub Inggris lainnya, Manchester City (£5.93 juta) berada di peringkat ke-20, disusul Chelsea, Arsenal dan Liverpool yang masuk dalam deretan 40 besar.

Hasil survei yang dirilis situs Sporting Intelligence, Senin (26/11), juga mengungkapkan bahwa klub Liga Utama Inggris tetap menjadi liga sepak bola terkaya di seluruh dunia dengan rata-rata pemain bergaji 2,99 juta pound perbulan atau rata-rata 55,714 juta pound perminggu.

Angka tersebut 36 persen lebih tinggi dari pesaing terdekat, yaitu La Liga (2,2 juta) dan Seri A Italia (1,5 juta pound).

Omar Chaudhuri, kepala tim survei mengatakan bahwa klub Inggris memang dikenal paling royal dalam menggaji pemain.

Sebagai contoh, klub West Ham United akan membayar pemain pemain klub setingkat Girona di La Liga dengan kemampuan dan ketrampilan sama. West Ham menggaji pemain dengan rata-rata 3,2 juta pound perbulan, sementara Girona hanya 700.000 pound.

“Dengan kata lain, klub Inggris membayar pemain dengan jumlah empat kali lebih besar meski pemain tersebut mempunyai kemampuan sama,” kata Chaudhuri. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.