Manajer Arsenal Kritik Penundaan VAR di Liga Inggris

LONDON, SERUJI.CO.ID – Manajer Arsenal Arsene Wenger mengatakan keputusan Liga Inggris untuk menunda pelaksanaan teknologi video asisten wasit (VAR) bermakna liga papan atas Inggris sedang ditinggalkan.

Ke-20 tim papan atas memilih menentang memperkenalkan teknologi itu untuk musim liga 2018-2019 setelah percobaan dilakukan di kompetisi Piala FA dan menerima respon yang beragam.

“Liga Premier telah dibuat dengan orang-orang yang memiliki pikiran progresif …,” Wenger mengatakan kepada wartawan setelah kekalahan 2-1 Arsenal di pertandingan liga oleh Newcastle United pada hari Ahad (15/4). “Secara keseluruhan, saya percaya bahwa dengan keputusan itu kita berada di belakang dunia.

Generasi muda sudah menggunakannya (VAR) dan di seluruh dunia mereka mungkin menjauh dari kami karena mereka melihat bahwa di negara lain mereka melakukannya.

Sayangnya Liga Inggris telah memutuskan untuk tidak menggunakan VAR dan secara pribadi saya percaya itu adalah keputusan yang sangat, sangat buruk,” tambah Wenger.

Setiap pertandingan besar musim ini telah diputuskan oleh kesalahan yang bisa dihindari dengan VAR, terutama di Liga Champions dengan Manchester City dan Liverpool,” katanya. Arsenal menjadi tuan rumah untuk pertandingan dengan West Ham United pada Ahad (22/4). (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.