Nilai-Nilai Tengger Diharapkan Dapat Diteladani Atlet-Atlet Asian Games

PROBOLINGGO, SERUJI.CO.ID – Sesepuh suku Tengger Supoyo berharap atlet-atlet Indonesia di Asian Games 2018 meneladani nilai-nilai yang dipegang masyarakat Tengger yakni “anteng” dan “seger”.

Hal itu disampaikan Supoyo ketika Kirab Obor Asian Games 2018 tiba di wilayah tinggal masyarakat Tengger, yakni di sekitar Gunung Bromo, Sabtu (22/7).

“Tengger itu anteng dan seger. Seger artinya segar, bertanding dengan semangat yang baru dan tinggi. Namun juga harus disertai sikap anteng, yaitu tenang serta menjunjung perdamaian,” ujar Supoyo di depan Pura Luhur Poten di kaki Gunung Bromo yang masuk wilayah Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (22/7).

Suku Tengger, lanjut dia, selalu memegang erat nilai-nilai tersebut.

Oleh karena itulah wilayah Gunung Bromo yang dihuni Suku Tengger terkenal aman tanpa ada konflik yang mencolok.

“Semoga api Asian Games 2018 itu menjadi semangat kedamaian dan kerukunan untuk semuanya,” kata Supoyo.

Tidak lupa, Supoyo pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi masyarakat Tengger kepada pemerintah dan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) atas terpilihnya daerah mereka menjadi salah satu tempat persinggahan Kirab Obor Asian Games 2018 yang menyasar 54 kabupaten-kota di Indonesia.

“Saya pribadi dan masyarakat Tengger mengucapkan terima kasih dipilih ya Bromo tempat persinggahan obor Asian Games ini,” tutur dia.

Sementara Camat Sukapura Julius Christian berharap datangnya obor Asian Games 2018 di wilayahnya bisa meningkatkan gejolak pariwisata yang berujung pada membaiknya perekonomian masyarakat Tengger dan sekitarnya.

“Semoga ajang promosi Asian Games 2018 ini berdampak pada meningkatnya kunjungan wisarawan terutama wisatawan mancanegara,” tutur Julius.

Kirab Obor Asian Games 2018 sendiri sampai di Gunung Bromo, Jawa Timur, Sabtu (21/7) pagi. Obor yang sebelumnya berada di Malang, Jawa Timur, awalnya dibawa Unggul Sedyantoro perwakilan yang juga anggota Deputi IV INASGOC.

Unggul kemudian mengoper obor tersebut kepada artis Irfan Hakim yang sudah menunggu di atas kuda. Setelah berderap beberapa saat, Irfan meneruskan obor ke peraih medali emas lari maraton SEA Games 1991, Maria Lawalata.

Diiringi pasukan pelindung obor, Maria berlari beberapa meter dan memberikan obor secara estafet kepada peraih medali emas Olimpiade 1992, Spanyol, Susy Susanti.

Susy yang menjadi pelari terakhir menyulutkan api ke obor berukuran lebih besar di depan pintu Pura Luhur Poten di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Obor bertinggi sekitar 1,5 meter itu sengaja ditinggalkan di tempat sebagai penyemangat bagi masyarakat sekitar Gunung Bromo.

Berikutnya, obor yang sudah dibawa ke Bromo akan diarak ke Kota Probolinggo, Jawa Timur, lalu selanjutnya diteruskan ke daerah-daerah lain sampai terakhir tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, untuk dinyalakan di pembukaan Asian Games 2018, 18 Agustus 2018. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Indonesia Darurat Keadilan