Konsultasi Manajemen Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

RUANG MANAJEMEN

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Di bisnis kedai kopi modern misalnya, perusahaan target sudah mampu membuka gerai baru dengan dana lebih besar dari pada laba. Misalkan saja laba pertahun Rp 10 M, perusahaan target sudah mampu berekspansi dengan dana paling tidak 2x laba alias 20 M. Maksudnya mampu adalah gerai yang didirikan harus mendapatkan omzet yang menghasilkan laba cukup dengan tingkat kegagalan kecil (dibawah 10%). Karena belum melakukan korporatisasi, modal untuk ekspansi lebih dari laba biasanya diperoleh dari utang.

Ketiga, calon corporeneur memulai aktivitasnya dengan menjadi karyawan perusahaan target. Pintunya bisa menjadi karyawan profesional atau bisa juga karena hubungan kekeluargaan seperti anak, adik, keponakan atau keluarga pendiri.

Degan menjadi karyawan, si corpopreneur benar-benar belajar secara total. Belajar tentang seluk-beluk bisnis perusahaan. Belajar menghasilkan omzet, menghasilkan laba, menata legalitas perusahaan, meng-handle pajak, memimpin orang, mengelola uang, memasarkan, dan menguasai seluruh keahlian yang dibutuhkan untuk mengelola dan membesarkan perusahaan.

Proses pembelajarannya pun harus menghasilkan sesuatu yang nyata. menghasilkan uang. Inilah satu-satunya pintu yang akan menjadikan para pendiri perusahaan mempercayainya. Jika misalnya ditugasi memimpin gerai kopi misalnya, buktikan bahwa gerai tersebut berkinerja bagus. Omzetnya bagus. Labanya bagus. Opersionalnya bagus. Laporan keuangannya bagus. Tidak ada cacat.


Catatan kinerja bagus akan berbuah kepercayaaan yang lebih besar. Jika semula dipercaya memegang satu gerai misalnya, selanjutnya akan dipercaya memegang dua gerai, tiga gerai, empat gerai dan seterusnya. Bahkan akan diangkat menjadi direksi. Tentu saja akan diikuti dengan gaji yang lebih tinggi. Inilah yang akan menjadi modal bagi proses tumbuh dan membesarnya perusahaan.

Keempat, corpoprenur harus bekerja keras agar perusahaan memiliki RPD. Kembali dengan contoh sebuah perusahaan kedai kopi modern, RPD-nya adalah jumlah gerai. Artinya, jika ingin tumbuh maka caranya adalah menambah jumlah gerai. Bukan sembarang gerai, tetapi gerai yang menghasailkan omzet dan laba yang memadai.

Jika perusahaan target baru pada level memiliki potensi RPD, si corpopreneur harus bekerja keras membuktikan bahwa potensi tersebut bisa menjadi kenyataan. Artinya, kembali dengan contoh sebuah perusahaan kedai kopi modern di atas, penambahan gerai adalah sebuah keharusan. Corpopreneur harus bekerja keras agar perusahaan tempatnya bekerja terus-menerus menambah gerai yang menghasilkan omzet dan laba memadai.

Kelima, corpopreneur menyiapkan dan memulai proses korporatisasi. Caranya adalah dengan penguatan tripod manajemen perusahaan: marketing, keuangan dan operasional. Marketing yang mampu memastikan perusahaan memperoleh omzet sesuai target. Keuangan yang mampu membuat laporan keuangan sesuai standard akuntansi. Operasional yang mampu melayani customer seperti yang dijanjikan oleh marketing. Tripod yang mampu memastikan bahwa aset, omzet, laba, legalitas dan perpajakan perusahaan sudah clear dan klop. Tripod yang menjamin perusahaan bisa menjalankan tata kelola perusahaan sesuai dengan Undang Undang Perseroan Terbatas.

Iman Supriyonohttps://seruji.co.id/profile/iman-supriyono
Senior Consultant at SNF Consulting. Untuk konsultasi silahkan isi form di sini atau Chat Via WA

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

[sharethis-reaction-buttons]

Block title

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

SNF CONSULTING

Senior Consultant at SNF Consulting. Untuk konsultasi silahkan isi form di sini atau Chat Via WA

SNF TERPOPULER

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Konsultasi Manajemen Bersama SNF Consulting

Anda dapat konsultasikan masalah terkait menajemen dan pengelolaan perusahaan kepada SNF Consulting dengan mengisi form di bawah dengan lengkap.

Diakuisisi atau Mengakuisisi: Satu Demi Satu Jatuh ke Tangan Asing

Suatu saat Anda didatangi oleh manajer pengembangan usaha Unilever menawari Anda untuk membeli 100% saham perusahaan Anda dengan harga 25 tahun laba alias Rp250 miliar. Anda dipersilakan pensiun dengan menikmati laba 25 tahun kedepan dalam bentuk uang tunai. Anda tertarik tidak? Ngiler tidak?