Wartawan Dalam Lingkaran Elite Kekuasaan

Oleh: Budi Setiawanto

Kedekatan semacam inilah yang kerap terabaikan di lapangan. Semua berawal dari karya wartawan yang dianggap bagus dan sesuai dengan keinginan dan kepentingan oleh narasumber setelah dia mewancarai narasumber. Narasumber pun merasa cocok dan memberikan sesuatu dengan alasan sebagai ucapan terima kasih. Kemudian terjalinlah kedekatan yang saling menguntungkan bagi mereka walaupun kadangkala berbenturan dengan kepentingan publik.

Meskipun kode etik dalam dunia kewartawan seperti Kode Etik Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (KEJ-PWI), Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI), Kode Etik Jurnalistik Aliansi Jurnalis Independen (KEJ-AJI), atau Kode Etik Jurnalis Televisi Indonesia, yang merupakan rambu-rambu moral bagi wartawan dalam menjalankan profesinya menuntut untuk dipatuhi tetapi “pelanggaran” masih terjadi.

Misalnya kode etik yang menyebutkan bahwa wartawan harus bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk, menjadi dipertanyakan karena di lapangan terjadi pemihakan wartawan dalam kepentingan tertentu, bisa kepentingan pribadi, kepentingan pengusaha, kepentingan penguasa, atau kepentingan pemilik modal sehingga pemberitaannya tidak berimbang bahkan tidak beritikad baik.

Dalam kode etik disebutkan wartawan tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima hadiah atau pemberian, apalagi suap, tetapi di lapangan masih ada.

Wartawan dalam kode etik misalnya juga harus menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya kecuali untuk kepentingan publik, tetapi yang terjadi di lapangan, ada wartawan yang membela “mati-matian” kepentingan narasumber meskipun itu berlawanan karena menyangkut kepentingan publik untuk mengetahui.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER