Prabowo, Jokowi dan Massa

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle


Pilpres dan Tantangannya

Prabowo dengan jutaan massa pendukung vs. Jokowi yang tanpa massa bukan berarti sebuah fakta kemenangan Prabowo pada pilpres mendatang semakin dekat. Mengapa?

Dalam teori massa, perpaduan massa dan pemimpin adalah sebuah jalan revolusioner. Sedangkan pilpres adalah jalan demokrasi, di mana kesadaran rakyat dapat dimanipulasi melalui pencitraan dan uang.

Apabila pilpres berlangsung damai, seharusnya demikian, maka jutaan massa 212 yang mendukung Prabowo dapat ditrasformasikan menjadi volunteer perjuangan Prabowo di akar rumput. Sebaliknya, Jokowi yang tanpa andalan massa militan, harus mampu membuktikan janji-janji politiknya 5 tahun lalu.

Penutup

Sebuah bangsa akan tumbuh besar jika arah sejarah bangsa itu dapat dikendalikan dan dimaknai dengan nilai-nilai sakral yang menguntungkan kebersamaan rakyatnya, baik sebagai sebuah bangsa, maupun dalam kesejahteraan.

Peristiwa Reuni 212 adalah sebuah gerakan sosial yang militan, dengan cakupan isu identitas dan keadilan sosial. Tugas elit-elit bangsa kita adalah melihat fenomena ini secara jujur dan bertanggung jawab, yakni melihat secara jernih kemauan massa rakyat tersebut. Lalu memenuhinya. Bukan menyepelekan hal itu, karena bisa jadi sebuah gerakan massa yang sangat besar, seperti kata Tan Malaka, adalah awal dari revolusi sosil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Memaknai Indonesia

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close