Terbukti dari dokumen yang beredar luas kemudian, dan Polri juga mengakui mereka telah mengimpor 280 pucuk senjata berat (pelontar granat -red), lewat keterangan pers Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasito di Mabes Polri pada Sabtu 30 September 2017. Bahkan berdasarkan informasi yang beredar akan ada tambahan dalam jumlah besar lagi oleh importir PT Mustika Duta Mas (PT. MDM) milik Jimmy Wijaya (JW), yang dioperatori oleh anaknya Gerry (G).

PT MDM adalah juga sebagai pemasok besar untuk alat-alat komunikasi di BIN .

Sehingga dalam hal ini, KPK harus pro aktif juga memantau sepak terjang JW dan G di DPR, dalam dugaan mengatur anggaran, apalagi saat ini Komisi III bungkam dalam kekisruhan ini.

Untuk tidak menimbulkan kebingungan di publik, sebaiknya Presiden membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) atas dugaan yang disampaikan oleh Panglima TNI, apa benar atau salah?

Bila salah, tentu Panglima TNI juga harus menerima hukumannya. Akan tetapi bila benar, maka Presiden harus melakukan tindakan keras, dan mencopot siapapun yang terlibat dalam tindakan melawan Undang Undang yang bisa mengancam keutuhan NKRI.

Jakarta 1 Oktober 2017.

*) Penulis adalah Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) dan pengamat energi.

 

(Efka/Hrn)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama