Meneguhkan Kembali Rumah Bersama Indonesia, Setelah Menurunnya Pendukung Pancasila.

Apa yang harus dilakukan? What Should be Done?

Sisi keadilan sosial yang bernuansa ekonomi tentu harus dibenahi dengan kebijakan ekonomi kongkret. Namun untuk penyebab non-ekonomi, jawabnya adalah marketing!

Pancasila harus dimarketingkan kembali. Itu dimulai dengan tafsir Pancasila yang lebih segar.

Dalam sejarahnya, Pancasila pernah ditafsir dalam Orde Demokrasi Terpimpin. Namun sisi buruk Orde ini, presiden terlalu berkuasa, bahkan sempat diangkat menjadi presiden seumur hidup. Bahkan presiden pernah pula melampaui konstitusi karena ia berkuasa membubarkan parlemen, padahal kekuasaan itu tak diberikan konstitusi yang berlaku.

Pancasila pernah pula ditafsir dalam Orde Baru. Sekali lagi sisi buruk orde ini karena diterapkannya dwi fungsi ABRI. Korps militer yang memegang senjata juga berperan politik. Akibatnya negara (State) terlalu kuat. Masyarakat (society) terlalu lemah.

Baik Orde Lama ataupun Orde Baru tumbang. Pancasila tetap survive. Agar tetap surive, Pancasila jangan lagi ditafsir dengan sistem sosial yang masih “coba-coba” dan trial and error.

Pelajari saja sejarah. Dari 191 negara nasional yang berdaulat, di puncak paramida terdapat belasan negara nasional yang makmur, tumbuh ilmu pengetahuan, dan paling membuat bahagia rakyatnya. Sudah berkembang world happiness index untuk mengukur tingkat kebahagian warga negara.

Apa ciri belasan negara yang sukses itu? Mereka tak hanya negara di Eropa atau Amerika Serikat, tapi juga di Australia, Asia dan Amerika Latin. Mereka menerapkan hidup berkonstitusi yang menjalankan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.

Saatnya Pancasila di era Google dan milenial ini ditafsir dengan prinsip yang sejalan dengan pokok pokok demokrasi modern dan Hak Asasi Manusia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Islamophobia?

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Israel Kembali Serang Gaza, 10 Tewas

SERUJI.CO.ID - Tentara pendudukan Israel telah melakukan beberapa serangan...

Inilah 4 Jenis Nazhir: Anda Masuk Kategori Manakah?

Oleh: Imam Nur Azis Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) 2017-2020 SERUJI.CO.ID...

Janganlah Menyebut Nama Rasulullah Muhammad SAW Tanpa Gelar

SERUJI.CO.ID - Memanggil Rasulullah Muhammad sholallahu 'alaihi wassallam (SAW)...

Menua: Agar Otak Tak Ikut Beruban

oleh dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. Dalam perjalanan...

Ngotot Pertahankan Mardani Maming sebagai Bendum, Kantor PBNU Bisa Diperiksa KPK

Dengan tidak menonaktifkan, mau tak mau PBNU terkait dengan Mardani yg saat ini buron. Maka jangan salahkan KPK jika nanti dalam proses pencarian Mardani akan memeriksa kantor PBNU.

Turunkan Berat Badan Sedikit, Manfaatnya Banyak.

oleh dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. Menurunkan berat...

TERPOPULER