Mencerdaskan Kota Melalui Rating Kota Cerdas Indonesia

Tinggal di perkotaan

Dengan kegiatan Rating Kota Cerdas Indonesia ini dapat memacu seluruh kota di Indonesia untuk tumbuh dan berkembang menjadi kota cerdas, apalagi diperkirakan pada tahun 2045, sebesar 82,37 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan.

Mengacu pada dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), BPS (Badan Pusat Statistik), dan UNPF (Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa) tahun 2014 yang menyebutkan tingkat pertumbuhan penduduk di perkotaan mencapai 2,75 persen pertahun.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata nasional sebesar 1,17 persen pertahun. Pada tahun 2025 diperkirakan 68 persen penduduk akan tinggal di wilayah perkotaan dan pada tahun 2045 diperkirakan 82,37 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan.

Data tersebut, bagi Pelaksana Tugas Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Diah Indrajati pada “Smart Indonesia Initiatives Conference” bulan September lalu, apabila tidak ditangani dengan baik maka akan dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan baru dalam pengelolaan perkotaan.

Pemerintah telah mengeluarkan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaan Nasional (KSPPN) 2015-2045 yaitu kebijakan dan strategi pembangunan perkotaan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Kebijakan tersebut sebagai upaya untuk menanggapi isu dan tantangan perkotaan maupun potensi permasalahan yang akan terjadi pada masa mendatang.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, pada tahun 2045 ditargetkan 100 persen indikator kota cerdas yang berdaya saing dan berbasis teknologi terwujud di seluruh kota di Indonesia.

Penerapan kota cerdas dalam penyelenggaraan pengelolaan perkotaan berkelanjutan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, penyelenggaraan pengelolaan perkotaan dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pengelolaan perkotaan.

Rencana penyelenggaraan pengelolaan perkotaan tersebut diharapkan dapat menyinkronkan antara rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah sehingga kebijakan maupun perencanaan yang dilaksanakan oleh masing-masing daerah dapat terarah, tidak berjalan sendiri-sendiri, sehingga pengelolaan perkotaan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Dengan demikian mencerdaskan kota melalui Rating Kota Cerdas Indonesia merupakan langkah tepat mencapai sasaran pembangunan. (Budi Setiawanto/Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close