Mahar Politik
ilustrasi

Bahkan, menurut Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi (2014), sistem politik sekarang ini memunculkan fenomena pada setiap pesta demokrasi selalu terjadi perburuan rente, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Di antara penyebabnya adalah pilkada hadir sebagai hajat demokrasi paling brutal dan penuh dengan praktik politik uang (money politics) yang nyaris tanpa pengawasan.

Burhanuddin lebih tegas mengatakan bahwa belajar dari pengalaman pemilu yang lalu bahwa menguatnya virus kartelisme dalam seleksi kepemimpinan politik (pencalonan kepala daerah, bahkan pemimpin lembaga legislatif dan yudikatif serta komisi negara), yang tak transparan, oligarkis, dan transaksional merupakan bukti kegagalan parpol menjalankan fungsi perekrutan politik secara demokratis berbasis meritokrasi.

Jika parpol-parpol tersebut ingin tetap eksis di panggung perpolitikan nasional, selayaknya mereka merumuskan kembali sistem pengaderan partai yang selama ini terkesan mandek.

Pasalnya, bagaimanapun juga kaderisasi merupakan bahan bakar untuk menghidupkan parpol. Bukan hanya untuk menjaring pendukung, melainkan juga menjaga keberlangsungan masa depan partai itu sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama