Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Oleh: Nico Andrianto, Alumnus program Master of Policy and Governance, Crawford School of Public Policy, The Australian National University, Canberra, Australia.

Untuk memperkuat branding, mantan presenter, kreator quiz dan program televisi kawakan ini merombak logo TV pelat merah menjadi lebih filosofis; new spirit, new hope, new identity. Menggabungkan warna biru dan putih, tulisan “TV” bersanding dengan “RI” di tengah lingkaran. Seragam para kru TVRI sekarang tidak lagi lusuh, namun memiliki desain yang membanggakan pemakainya. Untuk membenahi para presenternya, pemilik sekolah Helmy Yahya Broadcasting Academy ini pun turun langsung memotivasi, mengajarkan public speaking dan berupaya meningkatkan penampilan agar tak kalah dengan penyiar TV swasta.

Bagaimanapun Helmy sadar, permasalahan mendasar lembaganya adalah lemahnya pengelolaan dan akuntabilitas keuangan serta mismanajemen SDM. Untuk memperbaikinya, beruntung alumni terbaik STAN ini didukung oleh dua direksi (dari total enam) yang berlatar belakang akuntan. Setelah bekerja ekstra keras, TVRI kini telah mendapatkan opini WTP. Jajaran direksipun mulai menyusun standar dan SOP, berbarengan dengan diperkenalkannya “reward and punishment”. Corporate culture yang baru adalah keinginan bersih dari korupsi. Helmy bahkan rela mengeluarkan biaya pribadi untuk melaksanakan berbagai kegiatan di daerah.

Dalam setiap kunjungan ke TVRI daerah, pria kelahiran Palembang, 6 Maret 1962 ini selalu menyempatkan diri mengunjungi stakeholders; para pejabat baik sipil atau militer untuk mendapatkan kembali trust dan dukungan mereka. Helmy sadar, keunggulan Indonesia adalah kekayaan alam dan budayanya. TVRI daerahpun mulai percaya diri memproduksi program-program bermutu dengan videografis yang menarik mata pemirsa, seperti acara “Pesona Indonesia”. Helmy juga berhasil menggandeng Discovery Channel untuk memproduksi program yang mengeksplorasi keindahan alam dan budaya Nusantara.

Sang Raja Kuis menghidupkan kembali Kuis Siapa Berani dengan memilih Ferry Salim yang dianggap magnet bagi Kaum Hawa sebagai presenter mendampingi Alya Rohali. Semangat Pagi Indonesia, Indonesia Siang, Indonesia Malam, English News Services adalah acara berita dengan kemasan yang lebih segar dan informatif, demikian pula “Dunia Dalam Berita” yang tayang pukul 21 malam. Sementara acara mendidik “Kuliner Indonesia”, science class, science documenter, Berantas Korupsi, atau Buatan Indonesia juga diproduksi.

Acara-acara legendaris pun coba ditayangkan kembali; Keluarga Cemara, Oshin, dan Little house on the prairie. Sementara yang lebih milenial juga diciptakan; Verifikasi Viral, program entertaintment, tayangan musik serta film kartun anak-anak. Bagaimanapun idealisme Helmy mengatakan lembaga penyiaran publik ini harus tetap mendidik, melestarikan budaya negeri, serta menjaga persatuan dan kebersamaan anak bangsa, tidak sekedar mengejar rating.

Program Sport menjadi unggulan baru, dimana TVRI memperoleh percayaan untuk menyiarkan langsung Premiere League Liga Inggris untuk siaran terestrial. Pun Copa Italia 2019 – 2021 jatuh ke pelukan TVRI. Selain itu, TVRI berani mendeklarasikan diri sebagai TV bulu tangkis Indonesia, sebuah kepercayaan diri yang baru.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close