SCROLL KE ATAS UNTUK BACA BERITA

MENU

Kegalauan Insan Pers di Konkernas 2017

Oleh: Iskandar Z Datu

“Reach and Money”

Pembicara dalam seminar itu, Hendry Ch. Bangun, menyebutkan bahwa tidak ada yang dapat mengendalikan perkembangan teknologi yang menyerbu ke semua jenis bisnis, termasuk media di Indonesia. Informasi gratis dan kemudahan akses menghancurkan pilar pers.

Media cetak menjadi industri senja, media telivisi segera menyusul, sementara media digital belum berkembang sesuai harapan. Di tengah kondisi ini media bertumbangan karena gagal mengantisipasi oplah turun, sulit mendapat iklan, harga kertas koran kian mahal.

Wartawan senior Kompas itu menjelaskan kondisi media sekarang cukup memprihatinkan karena keuntungan merosot, diperkirakan tahun ini mencapai 40 persen.

Tanda kian terpuruk perusahaan media cetak, yakni kasus PHK secara terbuka, pembekuan/penundaan gaji melanda puluhan majalah serta sejumlah surat kabar karena pendapatan tidak sebesar pengeluaran. Media besar coba bertahan dengan mencari terobosan.

Bagaimana menghadapi kondisi tersebut? Hendry memberikan pemikiran dengan melakukan model bisnis, antara lain perusahaan pers jenis suratkabar menjalankan dua langkah untuk bertahan, yakni membuat versi e-paper (pendapatan dengan pelanggan berbayar) dan atau membuat versi online (pendapatan dari iklan).

Kondisi sekarang menyebabkan perusahaan pers jenis majalah, tabloid, sulit bertahan karena tidak cocok dengan tuntutan pembaca/pelanggan. Semua informasi bisa diperoleh gratis dan cepat, tak perlu lagi beli atau langganan, kecuali isinya premium.

Perusahaan media online tumbuh cepat tapi hanya segelintir yang layak bisnis, mutu belum terbukti.

Henry mengutip pendapat Earl J. Wilkinson, CEO INMA (International News Media Association) bahwa ada dua pilihan dilakukan grup media besar di penjuru dunia, jurusan “reach” dan jurusan “money”.

Reach adalah menjangkau sebanyak mungkin audiens, terutama mendapat uang dari iklan. Konten populer, selain berita memperbanyak video. Sering kelasnya dianggap untuk menengah bawah.

Sedangkan Money adalah isi premium, liputan khusus, bagi menengah atas, mendapat uang dari langganan berbayar. Media ini memahami kelas dan keinginan audiensnya.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

spot_img

TERPOPULER

close