Anehnya mengapa Pertamina bertolak belakang dengan Presiden dengan terus mendorong anak perusahaannya melebarkan ragam usahanya yang tidak sesuai bisnis utama Pertamina. Jangan sampai Pertamina akan mengalami nasib buruk kembali seperti tahun 1970, dimana Pertamina bangkrut di era kepemimpinan Ibnu Soetowo.

Saya memprediksi, nampaknya setelah tahun 2019 akan banyak pejabat BUMN kita yang harus rajin mondar mandir setiap hari ke “Kuningan” dan “gedung bundar”. Rajin untuk isi “absensi”.

Melihat kenyataan diatas, dari proses bisnis yang sudah dilakukan Pertamina selama ini, maka dengan berani saya katakan bahwa proyek ketahanan energi berupa RDMP (Refinery Develoment Master Planing) dan pembangunan kilang baru (GRR) adalah sebuah mimpi indah saja.

Jakarta 16 November 2017

*) Penulis adalah Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) dan pengamat energi.

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama