Video pidato politik Victor Laiskodat di Kupang, NTT;
DPP Partai Nasdem menegaskan bahwa mereka tidak merasa perlu meminta maaf kepada umat Islam. Sikap seperti ini kemungkinan tidak bisa diubah oleh siapa pun juga. Sebab, tabiat dan watak sehari-hari memang sulit dihilangkan. Kalau, misalnya, keseharian seseorang itu adalah premanisme, maka gaya “mau apa kalian?” akan selalu muncul sebagai sikap asli di depan publik.
Karena itu, melayani Laiskodat dengan tenang dan senantiasa dalam koridor hukum adalah cara yang terbaik bagi kaum muslimin yang merasa ucapan Laiskodat di Kupang itu sangat menusuk perasaan. Cara ini menunjukkan bahwa kaum muslimin bukan seperti yang dilukiskan oleh politisi Nasdem itu. Bukan seperti yang dia bayangkan.
Nasdem memilih jalan keangkuhan, sementara PKS memilih kesahajaan. Ini merupakan perbedaan kontras antara kutub kebencian dan kutub persaudaraan. Biarlah perbedaan ini terabadikan di dalam sejarah; dengan catatan kaki bahwa prasangka buruk yang berkembangan di benak Laiskodat (dan Nasdem) adalah gambaran tentang bagaimana mereka mikirkan “orang lain”.
Lebih spesifik lagi, gambaran tentang bagaimana mereka memposisikan kaum muslimin di dalam manifesto politik Partai Nasdem. Meskipun manifesto ini tidak tertulis di dalam buku manual partai Pak Surya Paloh.
*) Penulis adalah wartawan senior
(Hrn)

Semoga Pak Victor dikaruniai hidayah Allah
Bedalah kader partai “Panas adem” dg PKS.Gampang menilainya.