Boneka Cantik dari Balaikota

Penulis: Dhimam Abror

Risma sedang memainkan kartu dinasti politik. Ia tidak menunjuk anak biologisnya, Fuad Benardi, yang sempat muncul namanya, untuk menjadi penerusnya. Risma menunjuk anak birokratisnya, Eri Cahyadi, untuk jadi penerusnya.

Lawan yang dihadapi lumayan tangguh, pasangan Machfud Arifin dengan Mujiaman Sutrisno, bekas anak buah Risma di PDAM.

Ini adalah pertarungan dan pertaruhan gengsi dan reputasi politik Risma. Dia pasti akan habis-habisan berkampanye untuk Eri. Ini adalah kartu truf terakhir yang dipegang Risma. Kalau kali ini Risma kalah karir politiknya akan berada di ujung tanduk banteng.

Risma diuntungkan karena dia bisa tetap memegang jabatannya sampai pilwali selesai. Ia akan memaksimalkan semua privilege-nya untuk berkampanye melanggengkan dinasti politiknya. Risma akan menjadi vote getter, pendulang suara yang ditunggu-tunggu oleh pemilih Surabaya.

Beruntung masih ada Armuji yang sudah cukup berakar di kalangan kader dan konstituen PDIP. Tiga periode di dewan menjadi bukti Armuji bisa memainkan grass root, akar rumput.

Bahwa dia pernah menyentil Risma dengan mengungkit soal makelar proyek di Pemkot Surabaya, itu adalah drakor episode masa lalu. Bahwa Armuji dikait-kaitkan dengan kasus hukum beberapa anggota dewan di DPRD Surabaya, anggap saja itu gonggongan anjing.

Akan halnya Eri, dia sudah tidak perlu lagi “shy shy cat“, malu-malu kucing, kata Tukul. Saatnya pemilih Surabaya tahu bagaimana kualitas Eri. Pemilih Surabaya harus tahu kemampuan Eri supaya pemilih tidak tertipu membeli kucing dalam sewek alias jarit.

Eri jangan jadi anak mama yang hanya duduk manis di belakang ibunda. Apalagi jadi wayang kulit, wayang golek, atau wayang potehi dari Tiongkok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

TERPOPULER