Berdagang Kemiskinan

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan, Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle


Fenomena harga bawang di India dan harga telur di Indonesia, adalah jendela bagi kita untuk melihat isu dan definisi kemiskinan kita. Dibalik klaim terjadi penurunan kemiskinan yang dibesar-besarkan dan jumlah kemiskinan sudah di bawah “double-digits”, Indonesia menyimpan potensi orang miskin lainnya, yang diakui pemerintah sejumlah 69 juta jiwa, yang disebut rentan miskin (Near Poor). Kelompok ini akan kembali masuk dalam katagori miskin absolut, sedikit saja terjadi gejolak harga makanan. Sebab, komposisi makanan (yang sering terkena inflasi) dalam ukuran garis kemiskinan merupakan komponen dominan.

Mrskipun harga telur sudah diintervensi pemerintah sehingga mendekati harga normal, namun kita akhirnya sadar bahwa sesungguhnya kemiskinan kita tidak berubah banyak. Klaim-klaim statistik bisa jadi berbahaya sangat memabukkan, karena sesungguhnya, jumlah orang miskin dalam realitanya tidak berubah, bahkan bisa lebih buruk lagi.

Sharing Prosperity

Dalam rekomendasi Komisi Atkinson (World Bank), “sharing prosperity” atau berbagai kesejahteraan merupakan alat bantu yang dilampirkan dalam setiap laporan mereka atas setiap negara. Berbagai kesejahteraan adalah strategi utama bagi setiap negara jika ingin mengklaim keberhasilannya mengurus negara.

Gini, atau ketimpangan di Indonesia, yang diukur berdasarkan pengeluaran, sebesar 0,4 diperkotaan dan 0,32 di pedesaan. Ukuran yang tinggi. Secara gabung angka ini di klaim menurun 0,002 dari tahun lalu sebesar 0,391 menjadi 0,389 tahun ini.

Apa yang membuat Gini bisa menurun? Mungkinkah Gini menurun jika pemerintah mengontrol upah buruh pada nilai inflasi? mungkinkah ketimpangan mengecil jika jumlah asset produktif lapisan orang miskin mengecil dan jumlah asset produktif orang kaya membesar?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close