Kegigihan Sultan Mahmud Riayat Syah Buahkan Kedaulatan

0
315
  • 21
    Shares
Sultan Mahmud Riayat Syah
Sultan Mahmud Riayat Syah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sultan Mahmud Riayat Syah lahir di Kesultanan Riau-Lingga, Hulu Riau Tanjungpinang pada Agustus 1760. Dia diangkat menjadi sultan saat berusia 2 tahun menggantikan ayahnya yang wafat.

Pada tahun 1782, dia memerangi Belanda yang hendak menanamkan pengaruhnya di Riau-Lingga. Perang tersebut dinamakan Perang Riau I yang berlangsung pada tahun 1782 sampai dengan 1784.

Perang Riau I mencapai puncaknya pada tanggal 6 Januari 1784, pasukan Sultan Mahmud Riayat Syah mengalahkan pasukan Belanda di Tanjungpinang dan sekitarnya.

Loading...

Dalam perang itu, pasukan Riau-Lingga meledakkan kapal komando Belanda Malaka’s Walvaren. Belanda yang kalah perang dipaksa angkat kaki dari Riau dan kembali ke markasnya di Melaka.

Namun, perang kembali bergolak antara Kesultanan Riau-Lingga dan Belanda sejak 22 Juni 1784 s.d. 29 Oktober 1784 di Tanjungpinang yang menjadi pusat kerajaan saat itu.

Belanda yang sebelumnya mengalami kekalahan pada Perang Riau I, datang kembali menyerang Riau-Lingga di bawah pimpinan Pieter Jacob van Braam.

Pada tanggal 29 Oktober 1784, Belanda minta berdamai dan mengajak Sultan Mahmud Riayat Syah untuk berunding dan menandatangani perjanjian dengan Belanda. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Sultan Mahmud Riayat Syah.

Bukan sekali dua kali Belanda mengajak Sultan Mahmud Riayat Syah untuk berunding dan menandatangani perjanjian, berulang kali pula ditolak oleh Sultan tepatnya 10 November 1784 dan 7 Februari 1787.

Bersamaan dengan itu, Sultan Mahmud Riayat Syah mengirim utusan rahasia kepada Raja Tempasuk (Kalimantan) yang merupakan penguasa bajak laut Ilanun untuk meminta bantuan pasukan untuk menyerang Belanda di Riau.

Permintaan Sultan Mahmud Riayat Syah dipenuhi oleh Raja Tempasuk dengan mulai mengirimkan pasukan bantuan secara bertahap pada tanggal 2 Mei 1787 dengan seluruh bantuan terdiri atas 90 kapal perang dengan kekuatan 7.000 prajurit.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU