Wakil Ketua MPR: NKRI Ada Berkat Tokoh dan Partai Islam

0
83
hidayat nur wahid
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid menyampaikan ceramah menjelang salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 21/6/2017. (Foto: SERUJI/Brasto)

JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ada sampai saat ini karena peran tokoh dan partai Islam.

“Jika tidak ada Mohammad Nasir dan Partai Islam Masyumi kita mungkin tidak menjadi NKRI,” ujar Hidayat saat menyampaikan ceramahnya menjelang salat tarawih di Masjid Al-Hikmah, Jalan Bangka 2 No. 24, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/6).

Hidayat mengatakan bahwa tokoh Partai Masyumi Nasir menyerukan Indonesia untuk menjadi NKRI dan kembali ke UUD 1945 pada tanggal 3 April 1950. Disebutkannya bahwa kala itu Indonesia masih menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS).

“Ada Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Dayak Besar. Negara Republik Indonesia hanya satu bagian dari 16 negara di RIS,” ungkap Doktor Universitas Islam itu.

Dalam kesempatan ceramahnya, Ketua MPR periode 2004-2009 itu mengatakan, umat Islam kini juga menjadi incaran radikalisme dan terorisme.

“Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa aksi penabrakan jamaah salat Tarawih di London sebagai aksi radikalisme dan terorisme,” ujar nya.

Selain Hidayat, ceramah menjelang tarawih pada hari itu juga dilakukan oleh Abdul Muiz yang membahas keutamaan lailatul qadar dan harapan bahwa malam tersebut adalah malam lailatul qadar.

Masjid Al-Hikmah dipenuhi oleh lebih dari 500 jamaah warga sekitar dan warga luar Pela Mampang pada malam itu meski sempat hujan saat Maghrib.

Pantauan SERUJI malam itu, jumlah jamaah di malam ke-27 Ramadhan di Masjid Al-Hikmah merupakan yang terbanyak dibanding malam-malam Ramadhan sebelumnya pada tahun ini.

Pada malam itu, imam-imam penghapal Quran Masjid Al-Hikmah seperti Abdul Muiz, Sayyid Qutb, Rizki, dan Abu Ala Al-Maududi memimpin salat Tarawih juz ke-30 dan salat Witir yang disertai doa khatam Quran.

Pada malam-malam sebelumnya, Masjid Al-Hikmah telah menyelesaikan salat-salat Tarawih dengan bacaan surat sejak juz ke-1 sampai dengan juz ke-29. (Brasto/IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bayi Kembar Siam Asal Ternate Meninggal Dunia

SURABAYA, SERUJI.CO.ID -  Bayi kembar siam asal Ternate, Maluku Utara, Khalisa Soetomo Tjan, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya, Jumat (22/6) karena...
Sudrajat-Syaikhu

Jelang Debat Publik Ketiga, Pasangan Asyik Siap Tampil Optimal

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau Pasangan Asyik menyatakan siap tampil optimal pada...
Partai Demokrat

Jelang Pencoblosan, Demokrat Siapkan 81 Ribu Saksi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Ketua DPD Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanegara mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 81.000 orang saksi untuk bertugas mengawal proses pencoblosan di tempat pemungutan...
Uang Rupiah

BI Akan Hancurkan Uang Berstempel #2019GantiPresiden

MANADO, SERUJI.CO.ID -  Bank Indonesia (BI) akan menghancurkan uang rupiah berstempel yang marak terjadi saat ini. "BI tidak pernah mengeluarkan uang rupiah yang berstempel ganti presiden...
tenaga kerja asing

Protes Dipekerjakannya TKA, 62 Orang Ditahan Polisi

AFRIKA SELATAN, SERUJI.CO.ID - Polisi Afrika Selatan pada Kamis (21/6) menangkap 62 orang karena menghalangi jalan guna memprotes dipekerjakannya tenaga kerja asing sebagai pengemudi truk. Polisi...