Wakil Ketua MPR: NKRI Ada Berkat Tokoh dan Partai Islam

JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ada sampai saat ini karena peran tokoh dan partai Islam.

“Jika tidak ada Mohammad Nasir dan Partai Islam Masyumi kita mungkin tidak menjadi NKRI,” ujar Hidayat saat menyampaikan ceramahnya menjelang salat tarawih di Masjid Al-Hikmah, Jalan Bangka 2 No. 24, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/6).

Hidayat mengatakan bahwa tokoh Partai Masyumi Nasir menyerukan Indonesia untuk menjadi NKRI dan kembali ke UUD 1945 pada tanggal 3 April 1950. Disebutkannya bahwa kala itu Indonesia masih menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS).

“Ada Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Dayak Besar. Negara Republik Indonesia hanya satu bagian dari 16 negara di RIS,” ungkap Doktor Universitas Islam itu.

Dalam kesempatan ceramahnya, Ketua MPR periode 2004-2009 itu mengatakan, umat Islam kini juga menjadi incaran radikalisme dan terorisme.

“Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa aksi penabrakan jamaah salat Tarawih di London sebagai aksi radikalisme dan terorisme,” ujar nya.

Selain Hidayat, ceramah menjelang tarawih pada hari itu juga dilakukan oleh Abdul Muiz yang membahas keutamaan lailatul qadar dan harapan bahwa malam tersebut adalah malam lailatul qadar.

Masjid Al-Hikmah dipenuhi oleh lebih dari 500 jamaah warga sekitar dan warga luar Pela Mampang pada malam itu meski sempat hujan saat Maghrib.

Pantauan SERUJI malam itu, jumlah jamaah di malam ke-27 Ramadhan di Masjid Al-Hikmah merupakan yang terbanyak dibanding malam-malam Ramadhan sebelumnya pada tahun ini.

Pada malam itu, imam-imam penghapal Quran Masjid Al-Hikmah seperti Abdul Muiz, Sayyid Qutb, Rizki, dan Abu Ala Al-Maududi memimpin salat Tarawih juz ke-30 dan salat Witir yang disertai doa khatam Quran.

Pada malam-malam sebelumnya, Masjid Al-Hikmah telah menyelesaikan salat-salat Tarawih dengan bacaan surat sejak juz ke-1 sampai dengan juz ke-29. (Brasto/IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.