Wakil Ketua MPR: NKRI Ada Berkat Tokoh dan Partai Islam

0
39
hidayat nur wahid
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid menyampaikan ceramah menjelang salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 21/6/2017. (Foto: SERUJI/Brasto)

JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ada sampai saat ini karena peran tokoh dan partai Islam.

“Jika tidak ada Mohammad Nasir dan Partai Islam Masyumi kita mungkin tidak menjadi NKRI,” ujar Hidayat saat menyampaikan ceramahnya menjelang salat tarawih di Masjid Al-Hikmah, Jalan Bangka 2 No. 24, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/6).

Hidayat mengatakan bahwa tokoh Partai Masyumi Nasir menyerukan Indonesia untuk menjadi NKRI dan kembali ke UUD 1945 pada tanggal 3 April 1950. Disebutkannya bahwa kala itu Indonesia masih menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS).

“Ada Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Dayak Besar. Negara Republik Indonesia hanya satu bagian dari 16 negara di RIS,” ungkap Doktor Universitas Islam itu.

Dalam kesempatan ceramahnya, Ketua MPR periode 2004-2009 itu mengatakan, umat Islam kini juga menjadi incaran radikalisme dan terorisme.

“Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa aksi penabrakan jamaah salat Tarawih di London sebagai aksi radikalisme dan terorisme,” ujar nya.

Selain Hidayat, ceramah menjelang tarawih pada hari itu juga dilakukan oleh Abdul Muiz yang membahas keutamaan lailatul qadar dan harapan bahwa malam tersebut adalah malam lailatul qadar.

Masjid Al-Hikmah dipenuhi oleh lebih dari 500 jamaah warga sekitar dan warga luar Pela Mampang pada malam itu meski sempat hujan saat Maghrib.

Pantauan SERUJI malam itu, jumlah jamaah di malam ke-27 Ramadhan di Masjid Al-Hikmah merupakan yang terbanyak dibanding malam-malam Ramadhan sebelumnya pada tahun ini.

Pada malam itu, imam-imam penghapal Quran Masjid Al-Hikmah seperti Abdul Muiz, Sayyid Qutb, Rizki, dan Abu Ala Al-Maududi memimpin salat Tarawih juz ke-30 dan salat Witir yang disertai doa khatam Quran.

Pada malam-malam sebelumnya, Masjid Al-Hikmah telah menyelesaikan salat-salat Tarawih dengan bacaan surat sejak juz ke-1 sampai dengan juz ke-29. (Brasto/IwanY)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...