Kemcer Di Curug Cipeteuy

Bogor adalah salah satu lokasi favorit liburan untuk warga Jakarta dan sekitarnya. Selain karena jaraknya yang relatif dekat, Bogor juga mempunyai banyak daerah wisata yang bisa dikunjungi untuk berkemah. Kemcer atau kemping ceria sangat mungkin dilakukan bersama keluarga.

Salah satu tempat yang bisa digunakan untuk kemcer adalah Curug Cipeteuy. Meskipun dekat dengan curug atau air terjun, tapi di tempat ini ada hutan pinus yang cukup luas untuk berkemah/kemping.

Curug Cipeteuy terletak di Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Curug ini berada di kaki Gunung Salak. Jadi lumayan dingin suhunya dan tentunya air terjunnya. Selain itu, bersebelahan dengan lokasi Curug Cipeteuy, terdapat Situs Sejarah, yaitu Situs Cibalay.

Untuk bisa sampai ke tempat ini dari stasiun Bogor, ada 3 rute yang dapat dipilih, yaitu melalui jalan Raya Ciapus, jalan Curug Luhur Indah atau jalan Raya Sukaresmi. Lebih jelas bisa di lihat di peta.

Jarak lokasi parkir kendaraan roda 4 dengan lokasi kemcer adalah sekitar 2,5 km, sedangkan untuk kendaraan roda 2 bisa parkir lebih dekat sekitar 1 km ke lokasi kemcer, yaitu gerbang masuk kawasan Curug Cipeteuy yang biaya masuk perorangnya adalah 15 ribu atau 25 ribu untuk yang bermalam.

Untuk dapat ke hutan pinus, harus dilalui dengan berjalan kaki sekitar 15 sampai 20 menit dengan jalan berupa tanjakan dan turunan.

Setelah cukup lelah treking, kita dapat menikmati udara segar dan pemandangan memanjakan mata.

Menurut info, di Curug Cipeteuy ini ada 8 curug, tetapi hanya 2 yang jalurnya sudah jelas. Jarak dari hutan pinus ke curug pertama dekat sekali, hanya sekitar 100 meter, sedangkan untuk ke curug kedua sekitar 500 meter.

Fasilitas yang ada di tempat ini cukup lengkap yaitu toilet, tempat sampah, juga warung yang meski tidak buka 24 jam, bisa melengkapi kebutuhan pangan pengunjung. Selain itu, di warung ini juga menyediakan penyewaan Hammock seharga 10 ribu untuk pengunjung yang pulang pergi, dan 20 ribu untuk yang bermalam.

Dengan modal hammock saja, sebenarnya sudah cukup menyenangkan. Tapi akan lebih menarik lagi apabila kemcer dengan keluarga, memasak makanan sendiri, juga mandi air curug yang dingin di pagi hari. Suatu pengalaman luar biasa yang sulit didapatkan di kota-kota besar.

Jadi untuk yang mau kemcer di tempat ini, persiapkan peralatan dan perlengkapan dengan baik ya..

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam