Akhir tahun merupakan moment yang sangat penting bagi punggawa Kementerian Keuangan. Kebiasaan lama menunda pengeluaran APBN hingga detik terakhir dari sebagian para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), kementerian/lembaga sangat berpengaruh pada ritme kerja Kementerian Keuangan. Utamanya bagi pegawai Kantor Pelayanan dan Perbendaharaan Negara (KPPN) di seluruh Indonesia.

Volume pekerjaan akan meningkat berlipat dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini menuntut kesiapan seluruh pegawai KPPN agar seluruh proses pembayaran pengeluaran  dan penerimaan negara di akhir tahun anggaran berjalan dengan lancar, aman dan terkendali.

Mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi serta dalam rangka mitigasi resiko terjadinya kesalahan, KPPN Pacitan menggelar rapat koordinasi internal yang dihadiri seluruh pejabat dan pegawaiKPPN.

Rapat koordinasi yang digelar di meeting room KPPN tersebut membahas 4 tema krusial: pelaksanaan pembayaran pengeluaran anggaran pada  akhir tahun anggaran, perencanaan kas, persiapan pencairan dana alokasi khusus fisik dan persiapan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).

“Rakor ini sebagai persiapan mengantisipasi lonjakan volume kerja diakhir tahun, disamping untuk mitigasi resiko atas seluruh proses penerimaan dan pengeluaran anggaran” demikian disampaikan Eko Permono Adi, kepala KPPN Pacitandalam sambutan pembukaan rakor.

“Pegawai KPPN sudah terbiasa dengan kerja keras seperti ini, bahkan dibeberapa kantor ada yang lembur sampai berhari-hari demi mengawal APBN agar tepat penggunaan dan tepat waktu dalam penyalurannya” tambahnya.

Rakor yang digelar  Jumat , 24 November 2017 diharapkan menjadi ajang konsolidasi dan peningkatan sinergi demi memberikan pelayan prima kepada mitra kerja KPPN Pacitan.  (Sry jateng)

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama