Sekitar dua minggu terakhir ini di pintu masuk perbatasan Sukoharjo Wonogiri dari arah nguter terdapat pemandangan baru. Bagi kebanyakan orang mungkin hal tersebut biasa saja atau malah tidak sadar bahwa ada sesuatu yang baru. Tapi bagi penulis yang cinta kelestarian bumi merupakan sesuatu yang “WOW”

Bila dari arah Sukoharjo setelah melewati jembatan yang melintas di atas sungai bengawan solo sebagai pembatas dua kabupaten itu, maka akan ditemui lampu jalanan yang berjajar dikanan kiri jalan. Yang istimewa lampu tersebut bertenaga surya dengan sumber listriknya berasal dari sel surya bukan listrik dari PLN.

Sel surya adalah suatu perangkat yang mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan mengikuti prinsip fotovoltaik, yaitu adanya energi foton pada panjang gelombang tertentu akan mengeksitasi sebagian elektron pada suatu material ke pita energi yang lebih luar.

Dalam pengamatan penulis lampu jalanan yang bertenaga surya di sepanjang jalan Wonogiri yang dilalui penulis masih didominasi oleh lampu bertenaga listrik PLN, meskipun begitu apa yang sudah dimulai pemda Wonogiri untuk menggantikan sumber listrik lampu jalanan menjadi bertenaga surya perlu diacungi jempol.

Selain bisa menghemat pengeluaran pemda dari sektor pajak listrik untuk penerangan jalan, juga secara estetis tampak lebih rapi dan indah sebab tidak ada kabel yang menghubungkan antara tiang lampu satu dengan tiang lampu lainnya yang kadang tampak semrawut.

Semoga apa yang dilakukan pemda Wonogiri ini dicontoh khususnya oleh pemda-pemda disekitarnya dan umumnya oleh pemda-pemda se-nusantara. Sehingga potensi energi yang dimiliki matahari bisa dimanfaatkan untuk menyinari bumi di siang maupun malam hari. Dan akhirnya manusia yang dikaruniai akal oleh Sang Maha Kuasa, dengan teknologi mampu membuat matahari bersinar di malam hari.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama