Air sebagai sumber kehidupan sudah menjadi pengetahuan umum. Sementara di bumi kondisi air macam-macam. Dari berbagai macam air itu ternyata berbeda-beda pula terhadap tanaman.

Untuk membuktikan hubungan jenis air terhadap kehidupan ini, siswa SDIT Al Uswah Surabaya menelitinya terhadap tanaman jagung. Aulia Annisa Ramadhani beserta team kelompoknya, siswa kelas 5 Usman memaparkan hasilnya penelitiannya di depan siswa-siswi yang lain dan orang tua dari semua siswa kelas 5.

“Ternyata air bekas dipakai wudhu, menghasilkan pertumbuhan bibit jagung lebih cepat dan batangnya lurus dibandingkan bibit jagung yang disiram dari air yang lain”, tutur Aulia yang diamanahi sebagai ketua kelompoknya.

“Di hari pertama tidak terlihat perbedaan pertumbuhan bibit tanaman jagung dengan menggunakan 3 jenis air yang kami teliti. Tapi begitu hari ketiga, yang menggunakan bekas air wudhu dan air kotor sudah nampak akar dan tanaman kecil. Sementara yang menggunakan air bersih belum terlihat perbedaannya”, tambahnya.

Bagimana dengan kondisi bibit yang lain? “Baru di hari ke-5 dan 7 terlihat semuanya keluar bibit dan tumbuh. Namun yang tumbuh tercepat dan batangnya yang lurus adalah jagung yang diberi air wudhu”, ujar Khodijah teman satu teamnya.

“Sampai hari kesembilan di akhir penelitian kami, pertumbuhan tersebut konsisten” Sahut Rara menambahkan keterangan teman teamnya dan diamini oleh anggota yang lain, Icha.

Selain presentasi tentang penelitian air wudhu terhadap pertumbuhan bibit jagung, ada pula penelitian tentang sumber energi terbarukan dari jeruk nipis dan air cuka. Ada pula tentang pemanfaatan daur ulang kertas bekas serta jemuran otomatis yang terlindung dari hujan.

Acara di atas adalah rangkaian “Presentasi Karya Ilmiah Siswa-Siswi Kelas 5 Al Uswah Surabaya”. Acara yang diselenggarakan mulai rabu (21/2) sampai hari kamis (22/2) ini bertempat di kelas yang berada di lantai 2 SDIT Al Uswah.

Bagus Subuh Hadi selaku wali kelas 5 Usman menyampaikan ke semua wali murid yang hadir bahwa ini adalah acara rutin tahunan. “Terima kasih atas kehadiran bapak ibu wali murid. Kita meluangkan waktu semuanya untuk melihat karya anak-anak kita yang kami gelar setiap tahun”, sambut Ustadz Bagus.

Wali murid yang hadirpun tampak semangat melihat dan bertanya atas karya anak-anak mereka. Suasana semakin meriah tatkala semua team mendemonstrasikan hasil karyanya. Tepuk tangan meriah mengapriasasi atas jerih payah anak-anak mereka setiap kelompok mereka selesai presentasi dan mendemokan alatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama