JOMBANG, SERUJI.CO.ID – Ratusan orang berkumpul di sisi timur alun-alun Kota Jombang, Jatim, dengan membawa berbagai macam alat transportasi, ada becak kayuh, becak motor, motor, dan angkutan umum.

Mereka adalah pengemudi transportasi konvensional, yang hari ini,, Rabu (14/2), memadati lapangan di depan Pendopo Kabupaten Jombang, untuk berunjuk rasa menolak keberadaan transportasi online.

Ratusan tukang becak, ojek, angkutan umum tersebut menyampaikan sikap ke Pemda Kabupaten Jombang dan DPRD Kabupaten Jombang. Dari alun-alun mereka berbasis dengan tertib untuk menyampaikan tuntutannya.

Orator aksi dari FRMJ (Forum Rembug Masyarakat Jombang), Faiz dalam orasinya berpesan kepada peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum di sepanjang jalan yang dilalui agar aksi penolakan ini mendapat dukungan secara luas di masyarakat.

Ketika sampai di depan gedung Pemda di jalan KH Wahid Hasyim, para peserta disambut oleh Polisi dari Polres Jombang. Koordinator aksi penolakan ini, Joko Fatah Rochim dari FRMJ membacakan tuntutan.

Setelah bernegoisasi sebentar, perwakilan aksi akhirnya diterima oleh Sekda Jombang dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang di Kantor Pemda.

Setelah mengadakan pertemuan sekitar setengah jam dan didapat kesepakatan Dinas Perhubungan Jombang akan memanggil perwakilan Grab terkait izin yang ada untuk beroperasi di Kabupaten Jombang.

“Bila tuntutan penolakan transportasi online ini tidak direspon secepatnya, maka kami akan membawa massa lebih besar lagi agar untuk menuntut tidak beroperasinya Grab di Kabupaten Jombang,” kata Joko Fatah Rochim.

Saat ini para pendemo melanjutkan aksinya di Kantor DPRD Kabupaten Jombang JIL menyampaikan tuntutan yang sama di had PAM Wakil rakyat.

Pantauan di lapangan, di Kantor perwakilan Grab di Jalan Dr Sutomo No. 52 Jombang terlihat sepi tidak seperti hari-hari biasanya yang ramai oleh para pengemudi Grab. Begitu juga di sepanjang jalan di sekitaran kota Jombang juga tidak kelihatan para pengemudi yang biasanya mangiala di berbagai sudut kota Jombang.

Tuntutan peserta aksi pengemudi transportasi konvensional, yang menolak keberadaan taksi online.

Warga SERUJI: Sayaifulloh

 

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama