Seorang ibu berumur 70-an tahun kurang lebih sebulan terakhir ini mengeluh kepala pusing, perut sakit, mual hingga muntah. Dia tampak menyesali kondisi yang sedang terjadi di lingkungannya, dimana satu bulan terakhir ini udara di lingkungan tempat tinggalnya tercium bau yang tidak enak layaknya septic tank.

“Saya jadi nggak nafsu makan, tapi bila tidak makan perut saya tambah sakit  di sertai mual terkadang sampai muntah. Dan kepala saya cekot-cekot ”, keluhnya

“Sudah berapa lama ibu merasakan hal tersebut”, tanyaku

“Sejak munculnya bau limbah pabrik di dekat saya itu dok”, Jawabnya

Yang dimaksud ibu itu adalah pabrik PT RUM (Rayon Utama Makmur) Sukoharjo yang beralamat di Plesan, Nguter, Sukoharjo, jateng, pabrik tersebut kurang lebih sebulan ini telah mencemari lingkungan udara di wilayah sekitarnya. Bahkan rumahku yang berjarak 8 km dari pabrik tersebut juga tak luput dari pencemarannya. Hanya saja intensitas baunya tidak setajam yang lokasinya lebih dekat dengan pabrik tersebut.

“Disini juga bau kok bu, terutama kalau malam dini hari,” sautku

Sebelumnya saya mengira ada tetangga saya yang ternak ayam, namun setelah asisten rumah tanggaku cerita kalau itu bau limbah pabrik maka saya baru faham.

Dihari-hari selanjutnya banyak pasien yang menceritakan hal yang serupa, ada yang cerita kalau banyak warga yang tinggal di dekat pabrik itu pada muntah-muntah, sakit perut, pusing dan lain sebagainya, bahkan banyak juga yang sampai harus rawat inap di rumah sakit.

Ada pula yang bercerita bahwa pabrik tekstil tersebut sudah di demo warga, dan warga memberi batas waktu apabila sampai tanggal 11 Desember 2017 bau menyengat masih juga tidak hilang maka mereka akan menutup paksa pabrik tersebut.

Cerita-cerita diatas adalah cerita yang kudengar dari pasien-pasienku maupun pengantarnya. Saya tidak menyaksikan sendiri kejadiannya. Namun saya memang mencium aroma tidak sedap tersebut dan saya juga telah memeriksa beberapa pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat pencemaran udara oleh pabrik tersebut.

Saya hanya bisa berharap semoga pihak yang berwenang segera mengambil tindakan pertolongan agar udara di wilayah kami bebas dari pencemaran limbah pabrik tersebut.

#liku2MejaPraktek

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin. SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Kanal Warga Terbaru

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
FB_IMG_1512793743952_1513075578692

Mengapa Engkau Alergi Dengan Ustadz Abdul Somad..?

Ustadz Abdul Somad adalah sosok yang sederhana dan bersahaja. Ketika orang mendengarkan ceramahnya pun merasa nyaman sekaligus terhibur dengan intermezonya. Maka tak pelak, beliau...