Sebelum dan pada periode tahun 70 an, harga gas ditetapkan oleh Pemerintah. Saat itu gas dijual dengan harga hanya 0.2 $ per mscf. Alasannya karena gas adalah produk ikutan (associated) dari produksi minyak, sehingga biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi gas dianggap tidak signifikan. Penjualan gas non associated pernah coba dilakukan di blok ONWJ (Offshore North West Java), tapi akhirnya tidak terlaksana dikarenakan pemerintah membatasi harganya hanya sebesar 0.65 $ per mscf ditambah lagi dengan ketentuan didalam PSC yang memberikan hak kepada Pertamina untuk mengambil semua produksi non associated gas di dalam area PSC. Hal ini membuat Kontraktor melihat gas bukanlah sesuatu yang menarik untuk dikembangkan.

Penurunan produksi minyak di akhir tahun 80 an membuat Pemerintah mengeluarkan peraturan untuk meningkatkan penggunaan gas. Pada tahun 1988 dan 1992 dikeluarkanlah paket insentif PSC yang melihat penentuan harga gas berdasarkan keekonomian untuk proyek-proyek yang akan dikembangkan, peningkatan equity gas split menjadi 35% dan 40% untuk Kontraktor dan percepatan depresiasi untuk asset gas.

Selama tahun 90 an pemasaran gas di Indonesia masih belum begitu efisien dan terbuka dikarenakan saat itu Pertamina bertindak sebagai satu-satunya agen pemasaran dan penjualan gas yang diproduksi. Dengan diterbitkannya Undang-undang Migas tahun 2001, kontaktor atau produsen gas akhirnya dapat memiliki akses langsung ke pembeli. Hal ini dapat terlihat pada banyaknya perjanjian jual beli gas yang dilakukan setelah itu, setelah sempat terdampar sejak awal tahun 90 an.

Dengan semakin meningkatnya penggunaan gas di Indonesia, penulis berharap ke depannya Pemerintah bisa mengeluarkan peraturan yang lebih atraktif kepada Kontraktor untuk berinvestasi di proyek-proyek gas nasional, namun tetap menjaga agar harga gas tetap terjangkau oleh masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan peningkatan infrastuktur dan integrasi hulu hilir yang efisien, transparan dan berkelanjutan.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama