Bani Israil adalah bangsa yang selalu dikawal para nabi di kalangan mereka sendiri. Para nabi yang membawa mukjizat sebagai bukti, menjelaskan pelajaran-pelajaran dari Allah. Saat keadaan terjepit oleh tekanan orang-orang kafir, mereka memohon kedatangan para nabi. Sungguh bangsa yang dimuliakan dan ditinggikan.

Namun ketika tidak sesuai dengan keinginan, berubah menjadi angkuh dan mendustakan bahkan membunuh para nabi. Saking angkuhnya, mereka berani terus terang untuk menolak para nabi dengan kata-kata :”Hati kami tertutup”.

Maka, apa yang dikatakan adalah apa yang akan terjadi, tak ada yang beriman kecuali sedikit sekali.

Salah satu contoh, ketika datang Al Quran yang diturunkan Allah, isi ajaran pokoknya sama dan sebangun dengan ajaran-ajaran kitab terdahulu, bahkan membenarkannya. Dengan demikian, setiap ahli kitab pasti langsung tahu bahwa itu wahyu Allah. Apakah kemudian mereka mengimani Al Quran? Seharusnya ya, tapi ternyata tidak.

Dahulu sudah biasa memohon agar didatangkan Nabi, tapi giliran Nabi Muhammad yang diutus, mereka berpaling dan ingkar. Apa sebab? Nabi Muhammad bukan keturunan Bani Israil. Mereka sudah terlanjur membanggakan hebatnya bangsanya, di atas bangsa lain seperti bangsa Arab dan lainnya. Kebanggaan yang berujung meremehkan, bahkan kedengkian, karena tak berharap ada satupun yang mampu mengungguli mereka. Akhirnya mereka menjual diri mereka sendiri dengan menyatakan tidak bersedia menerima kebenaran.

Hati-hatilah, keinginan yang dipenuhi akan menimbulkan kebanggaan. Kebanggaan akan memupuk rasa angkuh. Kebanggaan dan keangkuhan akan berujung kepada kedengkian. Dan pendengki pasti menolak kebenaran.

Sedangkan,  kebanggaan yang paling baik adalah bangga terhadap kebenaran.

Surah Al-Baqara, 2:87

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَقَفَّيْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ بِٱلرُّسُلِ ۖ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدْنَٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

[Surah Al-Baqara,2:88]

وَقَالُوا۟ قُلُوبُنَا غُلْفٌۢ ۚ بَل لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَّا يُؤْمِنُونَ

Dan mereka berkata: “Hati kami tertutup”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.

[Surah Al-Baqara,2:89]

وَلَمَّا جَآءَهُمْ كِتَٰبٌ مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا۟ مِن قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُوا۟ كَفَرُوا۟ بِهِۦ ۚ فَلَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama