Tidak ada yang mustahil bila Alloh berkehendak. Ungkapan bijak yang mengandung optimisme bagi yang mengucapkan dengan meresapi dan memahami makna kandungannya. Tentu saja ungkapan itu amat mudah diucapkan, namun tidak sedikit yang tidak meyakininya sungguh-sungguh.

Adakalanya seseorang diuji dengan sesuatu yang menurut akal dan pikiran manusia sudah mustahil untuk dilalui, hingga akhirnya tidak sedikit dari mereka merasa putus asa, putus harapan. Merasa bahwa Tuhan telah membebaninya dengan beban berat yang tak terperikan, dunia serasa hampa dan gelap seolah berada dalam lorong kesempitan dimalam yang pekat.

Ada yang diuji dengan penyakit yang menahun, sudah berobat keberbagai tempat, dari yang berbiaya murah hingga yang menguras harta tak kunjung juga didapat kesembuhan yang diharap. Ada yang diuji dengan keturunan, sudah berumah tangga bertahun bahkan berpuluh tahun anak yang diharapkan menjadi penerus perjuangan dan penyambung silsilah orangtua belum juga didapatkan. Berbagai pengobatan dan ikhtiar telah dilakukan, namun hasil tak seperti yang dihapkan.

Tak sedikit pula manusia yang diuji dengan kesedihan dan kesempitan yang seolah tak ada ujung penerang sebagai harapan. Kesedihan karena ditinggalkan orang-orang tercinta, kesempitan karena rezeki dan harta, karena lilitan hutang dan lainnya.

Namun bukankah sebagai seorang muslim yang sungguh beriman telah ada dihadapnnya ‘suguhan lezat’ yang dikirim langsung dari sisiNya? yang memberikan semua solusi dari segala perkara yang dihadapinya? Kalam suci yang dihantarkan oleh malaikat mulia kepada manusia paling mulia didunia? Yang tidak menyentuhkan kecuali orang-orang yang ‘bersih’? Benar, dihadapan manusia telah dibentangkan petunjuk itu. Petunjuk abadi dari yang Maha Suci, Maha Mengetahui segala keadaan hambaNya. Yang tidak tersembunyi dariNya sebutir pasir didalam lautan yang terdalam, ataupun seekor semut hitam yang merayap dibatu hitam dimalam yang pekat. Yang Maha mampu untuk menjadikan sesuatu yang tiada menjadi ada, yang melenyapkan segala kesedihan dengan seketika, Yang bila berkehendak maka Dia akan berfirman ‘Jadilah, maka jadialah apa yang dikehendakiNya.

Bukankah telah disuguhkan kepada kita fragmen-fragmen kehidupan para anbiya dalam Al Quran mulia? Tengoklah ujian nabi Ayyub AS yang diuji dengan sakit tak terperikan, konon tinggal hati saja yang masih ‘hidup’ senantiasa berzikir kepada Alloh, semua keluarga diambil satu persatu olehNya, tinggal istri tercinta yang mau menemani dan merawatnya. Ya…seandainya saat itu ada dokter seperti sekarang, tentu sudah difonis tidak ada obat yang mampu menyembuhkannya. Namun lihatlah, dengan keimanan dan ketaqwaannya Nabi Ayyub AS mendapati keajaiban dalam dirinya. Penyakit yang dideritanya berangsur hilang, digantikan dengan kesembuhan. Keluarga yang tiada, digantikan dengan anak keturunan yang lebih mulia.

Nabi Ibrahim pun tidak lepas dari ujian, bahkan ujian yang begitu hebat dan begitu lengkap. Diuji dengan ayahnya yang musyrik hingga mengusir dan bahkan membiarkan raja dholim membakar Ibrahim AS. Nabi Ibrahim juga diuji dengan keturunan. Telah lanjut usia belum juga dikarunia putera, setelah dikarunia anak yang sangat didamba, diuji lagi agar menyembelihnya. Namun dengan keyakinan akan kebenaran firmanNya dan keagungan cintaNya kepada para hamba, maka semua ujian itu sirna, berganti menjadi keajaiban-keajaiban yang mencengangkan yang terus dikenang sepanjang masa.

Maka ketuklah pintu langit itu agar terbuka, tengadahkanlah tangan dengan mengangkatnya sambil berbisik, menghaturkan doa keharibaanNya dengan cucuran air mata. Ungkapkanlah ‘Duhai Dzat Yang Maha Perkasa, Maha Kuasa atas segalanya, Maha mudah bila menghendakiNya, hamba yang hina memohon dan menghiba, ampunilah dosa-dosa hamba, kabulkanlah permohonan hamba” niscaya tidak ada yang mustahil bagiNya, duniapun terlihat benderang dengan nur cahayaNya. Dia Maha Mengasihi dan merahmati, Maha kasih dan sayang yang tidak menghendaki hambanya dalam kesempitan dan kesengsaraan. Dan ‘pintu langit’pun akan terbuka akan ‘kedatangan’ doa-doa kita seraya membalas dengan keajaiban-keajaiban yang mungkin kita sendiri hampir tak percaya. (sry/jateng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama