Kekuasaan di Timur Tengah Jaman Old

0
128
Conquest_of_Constantinople,_Zonaro
Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih

Sejarawan Hitti (2002) mendefinisikan Timur Tengah sebagai “wilayah yang secara politis dan budaya merupakan bagian dari benua Asia atau Afrika-Eurasia”. Pusat dari wilayah Timur Tengah adalah semenanjung Arabia, sebuah wilayah yang menjorok ke laut Arab dimana tiga sisinya bersentuhan dengan lautan.

Meskipun ada pula yang tinggal di pesisir Semenanjung Arabia, sebagian besar Bangsa Arab membentuk kota-kota, mendiami wilayah di dataran bergurun pasir yang luas membentang. Terdapat padang pasir Sahara yang luas, dengan tiga pembagian nama karena karakteristik dan sifatnya yang berbeda (PSW, 2005), yaitu:

  1. Sahara Langit, atau Sahara Nufud yang terbentang 140 mil dari utara ke selatan dan 180 mil dari timur ke barat. Di daerah ini sangat jarang ditemukan mata air ataupun oase, dimana tiupan angin dengan debu yang pekat sering berhembus.
  2. Sahara Selatan, yaitu yang menyambungkan Sahara Langit ke arah Timur sampai Persia. Kontur bumi di daerah ini kebanyakan berupa tanah yang keras, tandus dengan pasir yang bergelombang.
  3. Sahara Harrat, yaitu terbentuk dari tanah liat berbatu hitam. Terdapat 29 buah gugusan batu-batu hitam di seluruh Gurun Sahara.

Semenanjung Arab pada masa pra-Islam adalah sebuah wilayah minus kerajaan besar. Wilayah tersebut oleh imperium raksasa pada waktu itu, Bizantium dan Persia Sasaniyah dianggap sebagai wilayah yang didiami suku barbar yang hidup selalu berpindah-pindah dan kurang penting (Nicole, 2012).

Meskipun secara budaya dan peradaban banyak terpengaruh Bizantium dan Persia Sasaniah, kedua kerajaan besar tersebut tidak menguasai secara langsung daerah tersebut. Penguasaan Sasaniyah terhadap masyarakat Arab melalui Banu Lakhm, sedangkan Bizantium memiliki pengaruh di Semenanjung Arabia melalui Banu Ghassan yang berfungsi sebagai pasukan pembantu perbatasan. Aliansi semacam ini dianggap penting untuk mengamankan jalur komunikasi dan perdagangan kerajaan besar tersebut.

Jejak-jejak Peradaban Arab Kuno

Menurut Koentjaraningrat, kata “peradaban” sering digunakan untuk menyebut suatu kebudayaan yang memiliki sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem tata kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju serta kompleks. Berikut adalah gambaran peradaban-peradaban yang mempengaruhi keadaan di Semenanjung Arabia (slide Dr. Hendra Kurniawan, Lc, MSi):

  • Laut Tengah dan Laut Merah

Peradaban-peradaban itu sudah begitu berkembang dan tersebar ke pantai-pantai Laut Tengah atau di sekitarnya, di Mesir, di Asiria dan Yunani sejak ribuan tahun yang lalu, yang sampai saat ini perkembangannya tetap dikagumi dunia: perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam bidang pertanian, perdagangan, peperangan serta dalam segala bidang kegiatan manusia. Tetapi, semua peradaban itu, sumber dan pertumbuhannya selalu berasal dari agama.

  • Bizantium Pewaris Romawi

Pada saat pertentangan antara Romawi dengan Bizantium meruncing, Bizantium akhirnya memisahkan diri dengan kekuasaan sendiri, sebagai ahli waris Kerajaan Romawi yang menguasai dunia. Puncak keruntuhan Kerajaan Romawi tatkala pasukan Vandal yang buas datang menyerbu dan mengambil kekuasaan pemerintahan.

  • Antara dua kekuatan

Kedua kekuatan berhadap-hadapan ialah: kekuatan Kristen dan kekuatan Majusi, kekuatan Barat berhadapan dengan kekuatan Timur. Bersamaan dengan itu kekuasaan-kekuasaan kecil yang berada di bawah pengaruh kedua kekuatan itu, pada awal abad keenam berada di sekitar jazirah Arab. Kedua kekuatan itu masing-masing mempunyai hasrat ekspansi dan melakukan penjajahan. Pemuka-pemuka kedua agama itu masing-masing berusaha sekuat tenaga untuk menyebarkan agamanya atas kepercayaan agama lain yang dianut sebelumnya.

  • Lalu-Lintas Kafilah

Pada masa itu orang belum merasa begitu aman mengarungi lautan guna mengangkut barang dagangan atau mengadakan pelayaran. Jazirah Arab masa itu merupakan daerah lalu-lintas perdagangan yang diseberangi melalui Mesir atau melalui Teluk Persia, lewat terusan yang terletak di mulut Teluk Persia. Lingkungan jazirah penuh dengan jalan kafilah. Yang penting di antaranya ada dua. Yang pertama berbatasan dengan Teluk Persia, Sungai Dijla, bertemu dengan padang Syam dan Palestina, yang diberi nama Jalan Timur. Sedang yang kedua berbatasan dengan Laut Merah; dan karena itu diberi nama Jalan Barat. Melalui dua jalan inilah produksi barang-barang di Barat diangkut ke Timur dan barang-barang dari Timur diangkut ke Barat.

Arab pada Masa Pra-Islam, Masa Nabi Muhammad SAW (570 – 635), dan Masa Imperium Islam (750M).

Timur Tengah pada Masa Islam

Islam menjadi faktor yang sangat penting di Semenanjung Arabia. Semenjak wafatnya Nabi Muhammad SAW, Islam telah mulai tersebar di kawasan Timur Tangah, baik melalui perdagangan, dakwah, maupun penaklukan. Diketahui, Nabi mengirimkan ajakan masuk islam kepada beberapa pemimpin, diantaranya adalah Kaisar Heraklius, Raja Kisra dari Persia, dan kepala-kepala suku di Jazirah Arab.

Pada jaman Umar bin Khattab wilayah Islam meluas dengan jihad ofensif yang dilakukan pasukan muslim. Dengan semangat keagamaan yang tinggi, pasukan muslim di bawah Abu Ubaidah bin Jarrah mampu menguasai Syiria pada 365 M yang membutuhkan waktu satu tahun untuk menguasai seluruhnya. Iraq dapat dibebaskan oleh pasukan Islam pada 637 M, lalu Mesir pada 641 M, demikian pula Madain dan Mosul. Dibawah kendali Khalifah kedua, wilayah muslim mencapai Jazirah Arab, Palestina, Iraq, Syiria, dan Persia.

Wilayah muslim terus meluas, dimana ekspansi dilakukan oleh para kekhalifahan, serta dinasti-dinasti berikutnya, dimana diantaranya mencapai puncak kejayaannya. Timur Tengah adalah sebutan Barat untuk wilayah antara Mediterania dan China (Ansary, 2009). Dunia Islam adalah wilayah yang berhimpitan dengan Timur Tengah, dan bahkan menghubungkan India, Asia Tengah, Iran, Mesopotamia, dan Mesir.

Pada saat ekspansi dilakukan oleh pasukan muslim, terjadi penguasaan lahan pertanian, rampasan perang serta kekayaan lainnya dari jizyah dan zakat yang dipungut kepada wilayah yang baru. Muslim belajar dari peradaban besar taklukannya tersebut dalam banyak hal penting, misalnya sistem pemerintahan dimana ditempatkan gubernur-gubernur baru. Mereka diberikan tanah jabatan yang harus diolah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Pada jaman khalifah Usman bin Affan telah dilakukan pembangunan bendungan untuk mengendalikan banjir dan mengalirkan air ke kota-kota.

Kekuasaan muslim diteruskan oleh beberapa periode kekhalifahan dan kesultanan, seperti Bani Umayyah, Abbasiyah, Fatimiyah, Seljuk, serta Utsmani. Ansyari (2010) membuat periodisasi sejarah Arab dan Islam, sebagai berikut:

  1. Zaman kuno: Mesopatamia dan Persia
  2. Kelahiran Islam
  3. Kekalifahan: Pencarian persatuan universal
  4. Perpecahan: Zaman kesultanan
  5. Bencana: Tentara Salib dan Mongol
  6. Kelahiran kembali: Era tiga kekaisaran
  7. Perembesan Timur oleh Barat
  8. Gerakan Reformasi
  9. Kemenangan modernis sekuler
  10. Reaksi Islamis

Referensi:

Armstrong, Karen, 1993, Sejarah Tuhan, Mizan, Jakarta.

Ansary, Tamim, 2010, Dari Puncak Baghdad: Sejarah Dunia versi Islam, Penerbit Zaman, Jakarta.

Hitti, Phillip K., 2002, History of The Arabs, Serambi, Jakarta.

Nicolle, David, 2012, Yarmuk 636 M: Perang Besar Muslim vs “Romawi”, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta.

PSW UIN Syarief Hidayatullan, 2005, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Wapres Minta Menag Revisi 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk merevisi daftar pendakwah yang direkomendasikan karena sebelumnya dikeluarkan Kemenag hanya...

Banyuwangi Masuk Kota Cerdas ASEAN

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama dengan Jakarta dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masuk dalam jaringan Kota Cerdas ASEAN atau ASEAN Smart...

Korban Tewas Jatuhnya Pesawat di Kuba Jadi 111 Orang

HAVANA, SERUJI.CO.ID - Jumlah korban tewas pada salah satu bencana udara terburuk di Kuba meningkat menjadi 111 pada Senin (21/5), sementara Meksiko menangguhkan kegiatan...
ekonomi syariah

MUI Dukung 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mendukung langkah Kementerian Agama yang merilis daftar nama mubaligh karena sifatnya untuk pencegahan terhadap...
Siswa SMA/MAN

Jawa Timur Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Korsel

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Timur menjajaki kerja sama pendidikan dengan Korea Selatan setelah ada pertemuan kepala sekolah SMA/SMK se-Surabaya dengan sebuah konsultan...