23 Februari 2016 – Ateis adalah orang yang tidak percaya adanya tuhan pencipta alam. Agnostik adalah orang yang percaya adanya tuhan pencipta alam tapi tidak percaya adanya kenabian, atau merasa tuhan itu tidak perlu disembah. Paling tidak dipahami seperti itu.

Argumen orang ateis seringkali berujung pada tuntutan adanya bukti keberadaan tuhan, utamanya secara saintifik. Argumen agnostik utamanya pada tuntutan terhadap keotentikan teks-teks risalah kenabian.

Iman itu benar. Jika kita mencari kebenaran, sesungguhnya sedang membangun keimanan. Ateis itu sudah 1/2 bersyahadat (1/2 syahadat pertama), kata dr. Zakir Naik. Sudah mengucapkan “tiada tuhan”, tinggal perlu menemukan kelanjutannya : “selain Allah”. Agnostik yang cerdas juga sudah tahu bahwa tuhan itu satu, hanya belum menemukan bahwa tuhan harus disembah.

Loading...

Cara mudah menggugurkan asumsi-asumsi orang ateis dan agnostik itu dengan kemukzizatan Al Quran. Namun, sebelum kita mendakwahkannya, kita wajib memahami logika-logika tentang ketuhanan dan kenabian.

Apa saja?

Pertama (1), segala sesuatu yang baik dan teratur itu pasti ada yang mencipta. Motor dicipta dengan segala kerumitan dan keteraturannya. Tidak mungkin motor ada secara tiba-tiba tanpa dicipta oleh sesuatu yang cerdas. Begitu pula dengan bumi. Bumi adalah tempat yang teratur dengan sangat sempurna untuk ditinggali karena memiliki dataran yang dapat diinjak dan ditumbuhi tanaman, langit atmosfirnya ramah bagi makhluk hidup, serta siklus air hujan yang menghidupi tanam-tanaman.

Mungkinkah bumi ini hanya terjadi karena kebetulan semata yang diakibatkan oleh sesuatu yang tidak ada?

Kedua (2), pencipta yang membuat sesuatu pasti ada tujuannya. Sekedar iseng? Mungkin. Tapi sekedar iseng pun adalah tujuan. Kalau yang dibuat itu sesuatu yang luar biasa, tentu bukanlah sekedar iseng. Mungkinkah pesawat air bus itu dibuat orang hanya sekedar iseng?

Manusia adalah makhluk paling sempurna. Bagi manusia sendiri, tak ada yang membantah bahwa manusia itu makhluk yang paling tinggi diantara makhluk yang lain. Apa mungkin manusia yang sedemikian hebatnya diciptakan hanya untuk hidup dan kemudian mati?

Ketiga (3), pencipta yang satu bisa menciptakan banyak hal. Tak bisa dibalik menjadi : sesuatu dicipta oleh banyak pencipta. Bagi agnostik, ini logika sederhana yang mudah dicerna. Oleh karena itu, agnostik sudah melaksanakan syahadat yang pertama. Ia sadar sepenuhnya bahwa segala hal yang dicipta berkedudukan sebagai makhluk, dan lawan kedudukannya hanyalah satu sang pencipta.

Seharusnya, seorang agnostik bisa berubah menjadi muslim apabila sadar bahwa ia telah dicipta, kemudian tiada pilihan bahwa hanya ada hubungan hamba dengan tuhan, dimana hamba mestilah berterimakasih. Jika tidak berterimakasih, sama artinya mengingkari dirinya dicipta olehNya.

Keempat (4). Tidak ada cara apapun yang bisa dilakukan manusia untuk mengetahui tujuan sebenarnya dari sang pencipta kecuali menunggu berita dariNya juga.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama