Beasiswa LPDP menjadi pilihan bagi para penuntut ilmu yang ingin melanjutkan pendidikannya pada level Master dan Doktoral, baik di Dalam maupun Luar Negeri. Salah satu syarat untuk memperoleh beasiswa ini adalah menulis essay berjudul; “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.

Berikut adalah contoh essay yang pernah saya buat dan lolos dalam seleksi administrasi beasiswa LPDP tahun 2017. Semoga contoh essay ini memberi manfaat bagi mereka yang ingin mengajukan beasiswa yang dibiayai pemerintah RI ini. Selamat mencoba.

Sukses Terbesar dalam Hidupku

Keputusan orangtua memelihara tradisi “ngenger” dengan menitipkan pengasuhan penulis kepada seorang “tokoh” begitu membekas dalam ingatan. Penulis tumbuh dalam bimbingan kakek yang seorang pensiunan TNI AD sekaligus seorang pejuang angkatan ‘45. Penulis sering mendengarkan kisah beliau tentang perjuangan merebut kemerdekaan, dengan latar belakang peristiwa heroik Surabaya 10 November 1945. Kisah-kisah perjuangan fisik itu begitu menggugah jiwa kecil dan membentuk bangunan idealisme penulis setelahnya. Bahwa pasca-kolonialisme Belanda, generasi penerus harus menyadari sepenuhnya bahwa kemerdekaan bangsa ini diperjuangkan melalui tetesan darah dan air mata. Semangat untuk menuntaskan cita-cita para pejuang dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan harus terpelihara di dalam hati ikhlas para generasi penerus.

Berjuang adalah kata kunci untuk membuka kesuksesan penulis. Kesuksesan juga berarti memberikan yang terbaik bagi masyarakat luas, melalui sumbangan ide-ide yang menggugah, terobosan-terobosan pemikiran serta upaya penyatuan potensi seluruh anak bangsa dalam sebuah sinergi. Salah satunya penulis upayakan melalui media tulisan. Terakhir, penulis membuat sebuah novel berjudul, “Deja Vu Nusantara”. Tulisan ini mengusung idealisme penulis tentang bangsa kita dalam perspektif kesejarahan, kekinian dan proyeksi masa depan. Bangsa kita yang pernah berjaya di masa lampau, yang disegani oleh bangsa-bangsa lain, perlu direfleksikan kembali melalui perspektif geopolitik, geo-ekonomi dan geostrategi kawasan saat ini. Tentu saja untuk mengulangi capaian-capaian membanggakan tersebut perlu kerja keras dan cerdas generasi saat ini dan mendatang.

Bagi penulis, keberhasilan menerjemahkan idealisme ke dalam alam realitas menimbulkan kepuasan intelektual tersendiri. Mampu menghasilkan karya-karya, baik melalui tulisan maupun tugas-tugas di kantor, adalah sebuah capaian yang membanggakan penulis. Apalagi jika karya-karya tersebut merupakan sumbangan bagi masyarakat luas, terutama tentang terobosan-terobosan yang berarti sebagai sebuah penerjemahan sesuatu yang baru dan bisa diaplikasikan. Saat penulis berkarya sebagai peneliti di Litbang Pemeriksaan Kinerja, maka kesuksesan bagi penulis adalah ketika mampu berkontribusi bagi pengembangan pemeriksaan kinerja di BPK, agar memberikan buah nyata bagi masyarakat.

Tinggal jauh dari orang tua sejak masa belia, membentuk persepsi penulis tentang konsep “akar keluarga” yang mungkin berbeda dengan kebanyakan orang. Bahwa di manapun bumi  dipijak, maka disanalah orang harus bisa menyesuaikan diri dan memberikan kontribusi terbaiknya. Bangsa kita adalah multikultur dan terdiri dari sedemikian banyak unsur pembentuk menjadi semacam melting pot yang unik. Menjadi bagian dari sejarah pencapaian kejayaan bangsa kedepan adalah harapan yang selalu menarik bagi penulis. Hidup terlalu singkat, jika hanya didedikasikan untuk pencapaian yang bersifat pribadi.

Tentu saja, capaian-capaian ideal tersebut tidak boleh lepas dari capaian-capaian bagi orang-orang di sekitar penulis, untuk menghadirkan kembali konsep keluarga yang pernah hilang dalam diri penulis. Dengan berkesempatan belajar, tinggal dan hidup di negeri maju, secara tidak langsung memberi pengalaman yang berharga bagi anak-anak dan keluarga penulis saat ini akan arti sebuah kemajuan dan pencapaian peradaban negeri lain. Pengalaman terbaik tersebut akan mengiringi tumbuh kembang dan membentuk pandangan dunia anak-anak penulis, yang akan menentukan masa depan mereka kelak. Tentu tidak semua orang bisa merasakan kesempatan langka tersebut.

Pengalaman tersebut, setidaknya pernah penulis alami saat tinggal dan belajar di kampus terbaik Australia, ANU, yang sengaja penulis awetkan melalui dua buah buku catatan perjalanan. Australia dari Dekat; berbagi Pengalaman dan Tips Hidup serta Catatan Muslim Indonesia di Australia, adalah dua judul buku untuk menuangkan pengalaman berharga penulis agar bisa dinikmati oleh banyak pembaca. Saat banyak pihak turut menikmati dan merespon ungkapan berbagi pengalaman tersebut, memberikan kebahagiaan tersendiri bagi penulis. Akhirnya, sukses terbesar bagi penulis adalah kemampuan menyeimbangkan upaya mewujudkan nilai-nilai idealisme dengan capaian-capaian bagi keluarga. Berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan pada level doktoral di sebuah negara maju adalah pintu masuk bagi penulis untuk mewujudkan kesuksesan terbesar tersebut. (Nico Andrianto)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama