Ada hal yang sangat berkesan dalam pertemuan dengan Ustadz Bachtiar Natsir dan para tokoh Islam di asrama haji tanggal 13 Desember 2017 kemaren. Banyak butiran mutiara hikmah yang didapatkan dari situ diantaranya saya sampaikan dalam tulisan ini.

“Sewaktu saya ditolak ceramah di Cirebon, saya mendakwahi diri saya sendiri dan berusaha tidak menyalahkan siapa-siapa. Saya yakin tidak ada maksud mereka untuk tidak mau bersatu dengan saya. Ini salah saya sendiri karena selama ini kurang silaturahim ke mereka” tukas Ustadz Bachtiar Natsir di hadapan para aktivis Islam yang hadir dalam acara “Silaturahim Bersama Ustadz Bachtiar Natsir”.

“Kalau ada musibah -kata UBN sambil mengutip satu ayat- lihatlah pertama kali ke diri sendiri dulu”

Loading...

“Oleh karena itu mari kita jaga silaturahim. Sebaik-baik silaturahim itu adalah menjalin silaturahim ke orang yang mau memutuskannya” tambah UBN menjelaskan.

“Tidak jarang orang memakai dalil agama untuk saling bermusuhan. Mentalitas kita belum kuat. Beda dalam berdiskusi (saja) orang dengan mudah kita klaim sebagai munafik dan sebagainya. Kita sudah terjangkiti dengan penyakit yang mudah mengklasifikasikan orang” ujar UBN serius.

“Tidak ada orang yang suci. Perhatikanlah ! Dalam perut kita ini semuanya isinya kotoran. Allah menciptakan tubuh manusia dengan rongga-rongga yang isinya semuanya kotoran. Jadi bagaimana bisa ada seseorang merasa lebih suci dari orang lain ?”

“Dari sini saya mau bilang -mari- jangan merasa lelah bersatu dan mempersatukan” pungkas UBN memberikan pencerahan.

Pertemuan silaturahim ini menghasilkan satu kesepakatan untuk membentuk syura ummat Islam. Syura ini akan menjadi tempat untuk membincangkan problematika ummat Islam -khususnya di Sumatera Utara sambil mencari solusi atau jalan keluarnya. Diharapkan gagasan yang lahir dari pertemuan ini akan bisa menjadi “role model” bagi persatuan dan kesatuan ummat Islam. Jangan lelah bersatu dan mempersatukan, agaknya itu tema besar yang mesti terus kita sungguhkan.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama