5. Chat itu (bisa menjadi) ujian kejujuran

Tantangan terberat ketika bercakap-cakap melalui tulisan adalah kesempatan untuk tidak berlaku jujur sangat besar. Karena tidak berhadapan langsung, secara bawah sadar akan mudah melakukan tipuan walau sederhana sekalipun, seperti menulis kata “ha ha ha” tanpa ada gerak mimik tertawa di mulut.

Ditambah lagi, menurut beberapa studi, ketika seseorang memposting sesuatu kemudian mendapat banyak tanggapan, tubuh akan mengeluarkan hormon sejenis endorphin sama seperti ketika melakukan seks, minum minuman keras, dan merokok. Hormon ini membuat seseorang ketagihan, seperti morphin, ingin lagi dan lagi. Maka, dorongan ini menyebabkan seseorang secara sadar untuk berbohong “manis” agar mendapat tanggapan dari lawan bicaranya di grup chat atau medsos.

Terlalu lama dalam posisi ketidakjujuran di dunia maya, bisa membelah kepribadian diri. Tidak heran jika banyak ditemukan orang yang punya kepribadian berbeda di dunia maya dengan dunia nyata. Ada yang galak,gagah dan bergaya berkuasa, ketika ditemui langsung surut takut setengah mati.

Oleh karena itu, sikap yang terbaik adalah mengingati diri untuk selalu menulis dengan jujur, atau diam.

Itulah lima kelemahan yang baru bisa dianalisis. Bisa jadi ada kelemahan-kelemahan lain, sehingga setiap diri harus waspada agar tidak terjebak dan mengalami kerugian karenanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama