Ingin Gambar Cling? Qualcomm Siapkan Display 8K

HONGKONG – Jika gemar virtual reality, betapa jengkelnya jika ponsel Anda ternyata hanya menampilkan gambar resolusi rendah. Namun, jangan khawatr. Qualcomm yakin Anda segera menikmati resolusi 6K dan 8K pada ponsel. Anda akan melihat dunia secara berbeda karena layar ponsel.

Menurut manajemen Qualcomm, smartphone masa depan tidak hanya berjalan pada jaringan 5G tetapi juga akan menampilkan display lebih cling daripada layar TV yang hanya 4K.

“Kita akan saksikan 6K, 8K atau lebih dalam resolusi layar smartphone masa depan,” ramal Tim Leland, wakil presiden manajemen produk Qualcomm, pada TechRadar yang dikutip Digital Trend edisi 26 Februari. “Teknologi ini akan terus berjalan.”

Mengingat sebagian besar ponsel saat ini memiliki layar terbaik 2K, Leland yakin semua itu akan segera berubah. “Akan mencapai tingkat yang saya tidak bisa percayai beberapa tahun lalu. Ini semua langkah maju, bahkan tidak hanya dalam realisme foto tapi juga realisme saraf optik. Tidak akan hanya dalam hal piksel per inci, tapi juga tentang kelebaran gamut warna, akurasi warna dan kecerahan layar.”

Apa untungnya memiliki display resolusi tinggi? Jika masa depan benar-benar terletak pada virtual reality, maka Anda pasti butuh lebih banyak piksel. Penggemar virtual reality sering mengeluh tentang ‘screen door effect’ di mana Anda benar-benar mengidentifikasi piksel individual karena resolusi relatif rendah dan kedekatan piksel pada mata Anda. Maka, display 6K atau 8K bisa menghilangkan masalah itu.

Setelah mendapatkan resolusi tinggi, Anda tidak akan pernah balik ke yang lebih rendah, kata Leland. “Sebelum melihat HD TV, kita tentu pernah berfikir, ‘Siapa yang butuh itu? Saya bisa melihat dengan baik TV saya.’ Sekarang, coba mundur ke masa lalu dan tonton beberapa acara olahraga tahun 1990-an. Hampir susah dilihat!” tantang Leland.

Tapi, bahkan dengan ‘kebutuhan’ ini, pasti ada hambatan untuk memuaskan konsumen. Misalnya, ponsel dengan teknologi display semacam ini mungkin lebih boros baterai –yang sudah jadi masalah bagi ponsel yang pindah dari display 1080p ke display 2K. Ponsel dengan resolusi tinggi seperti itu juga tidak murah. Ini bisa menjadi perhatian cukup besar bagi konsumen kantong cekak.

EDITOR: Omar Ballaz

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.