Rilis “Yap!”, BNI Incar Generasi Milenial

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Perseroan Terbatas Bank Negara Indonesia Persero Tbk meluncurkan aplikasi pembayaran ponsel pintar bernama “Yap!” atau “Your All Payment” dengan menggabungkan cara pembayaran yang dananya bersumber dari kartu kredit, debet, dan uang elektronik BNI.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan aplikasi ini dapat langsung diunduh di “PlayStore”. Proses pendaftaran “Yap!” mudah dan nasabah dapat langsung memperoleh akun uang elektronik BNI (UnikQu).

Untuk nasabah BNI sekaligus dapat menambahkan kartu debit dan kredit BNI yang dimiliki sebagai sumber dana dalam aplikasi “Yap!” tersebut.

“Aplikasi ini merupakan alat pembayaran untuk transaksi nontunai dan tanpa menunjukkan kartu debit atau kredit (cardless). Kami harapkan mengubah kebiasaan orang dari bertransaksi dengan uang tunai menjadi nontunai sesuai dengan Gerakan Nasional Nontunai Bank Indonesia melalui smartphone, kata Anggoro.

Anggoro menjelaskan “Yap!” merupakan pengganti mesin perekam data elektronik (Electronic Data Capture/EDC) yang dapat memenuhi kebutuhan pedagang dari berbagai macam segmen, mulai dari pedagang kecil, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, ritel, toko jaringan (chain store), toko modern (premium), dan toko online (e-commerce).

Kelebihan “Yap!” lainnya adalah keamanan. Anggoro mengatakan pada saat pengguna akan masuk ke aplikasi, maka sistem akan meminta kata sandi dan Personal Identification Number (PIN) sesuai sumber dana yang digunakan yakni Kartu Kredit BNI, Kartu Debit BNI, atau UnikQu.

“Dengan segala kemudahan dan keamanan yang berbasis smartphone, yap! akan menyasar segmen milenial yang tentunya sangat akrab dengan teknologi. Adapun yap! diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat dari berbagai segmen,” ujar dia. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER

Mengenal Karbohidrat Rafinasi dan Bahayanya Bagi Tubuh

Menikmati sebungkus keripik kentang sambil menonton film memang menyenangkan. Tapi awas! jangan terlalu banyak. Ada bahaya mengintai di setiap gigitannya.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy