Revitalisasi Fasilitas Uji Hidrodinamika Telan Dana Rp 110 Miliar

0
110
Kolam manuevering
Kolam manuevering (Manuevering Ocean Basin/MOB), untuk pengujian olah gerak dan kehandalan perilaku gerakan kapal, dan pengukuran respon gerakan dari bangunan kelautan. (Foto: Dok BPPT)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengeluarkan Rp 110 miliar untuk merevitalisasi fasilitas laboratorium uji Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) Surabaya guna mendukung peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bidang kemaritiman.

“Kebetulan fasilitas uji kita yang berdiri sejak 1995 sedang direvitalisasi. Perbaikkan fasilitas ini butuh ratusan miliar rupiah, sudah lama diajukan untuk revitalisasi, dan baru dua tahun terakhir ini kita dapat tambahan anggaran,” kata Sekretaris Utama BPPT Soni Solistia Wirawan saat press tour di Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT, Surabaya, Selasa (17/10).

Menurut Soni, BPPT menggunakan anggaran Rp 110 miliar dari Rp 260 miliar tambahan dana yang diperoleh dari APBN-P 2016 untuk merevitalisasi fasilitas laboratorium uji di BTH Surabaya. Sedangkan Rp 150 miliar lainnya dipecah untuk revitalisasi berbagai fasilitas laboratorium uji lainnya yang secara total sebenarnya membutuhkan Rp 1,8 triliun.

“Memang anggota dewan sempat bertanya kenapa sebesar itu butuh dana untuk revitalisasi, setelah melihat sendiri ternyata laboratoriumnya saja memang besar sekali,” ujar dia.

Ia memastikan revitalisasi tersebut selesai di 2017 akan meningkatkan layanan BPPT.

“Kebetulan sudah antre juga perusahaan galangan kapal hingga migas untuk menggunakan layanan laboratorium ini,” ujarnya.

Kepala Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT Taufiq Arif Setyanto mengatakan revitalisasi dilakukan pada kolam manuevering (Manuevering Ocean Basin/MOB) khususnya untuk pembangkit gelombang di kolam manuever 35 X 100 meter. Selebihnya revitalisasi dilakukan untuk mesin membuat baling-baling, desain untuk torsi dan alat mengukur torsi untuk propeller.

Revitalisasi ini memang dibutuhkan selain untuk menghindari biaya yang semakin besar jika perbaikan ditunda karena, menurut dia, untuk mendukung pembangunan tiga pilar Pemerintah di bidang pertahanan dan keamanan (hankam), maritim dan energi.

“Dalam lima hingga enam tahun terakhir kami terpaksa tidak bisa melayani uji hidrodinamika perusahaan-perusahaan migas karena memang dibutuhkan presisi untuk uji manuevernya,” tuturnya.

Menurut dia, ini karena pembangkit gelombang hanya berfungsi 20 hingga 30 persen, padahal untuk presisi harus 100 persen berfungsi.

Dalam press tour tersebut sejumlah wartawan melihat sejumlah fasilitas uji laboratorium hidrodinamika yang termasuk terbesar di Asia Tenggara seperti kolam uji tarik (towing tank), kanal kavitasi (cavitation tunnel), kolam manuevering. Termasuk juga melihat bengkel produksi model, hingga bengkel mekanik.

BTH BPPT juga sedang mengembangkan kapal selam mini (mini jet) bersama Kementerian Pertahanan dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang, menurut perekayasa utama BPPT M Ridwan Utina, Tingkat Kesiapan Teknologi (Technology Readiness Level/TRL) sudah ada di 7 hingga 8. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...