Revitalisasi Fasilitas Uji Hidrodinamika Telan Dana Rp 110 Miliar

0
46
Kolam manuevering
Kolam manuevering (Manuevering Ocean Basin/MOB), untuk pengujian olah gerak dan kehandalan perilaku gerakan kapal, dan pengukuran respon gerakan dari bangunan kelautan. (Foto: Dok BPPT)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengeluarkan Rp 110 miliar untuk merevitalisasi fasilitas laboratorium uji Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) Surabaya guna mendukung peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bidang kemaritiman.

“Kebetulan fasilitas uji kita yang berdiri sejak 1995 sedang direvitalisasi. Perbaikkan fasilitas ini butuh ratusan miliar rupiah, sudah lama diajukan untuk revitalisasi, dan baru dua tahun terakhir ini kita dapat tambahan anggaran,” kata Sekretaris Utama BPPT Soni Solistia Wirawan saat press tour di Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT, Surabaya, Selasa (17/10).

Menurut Soni, BPPT menggunakan anggaran Rp 110 miliar dari Rp 260 miliar tambahan dana yang diperoleh dari APBN-P 2016 untuk merevitalisasi fasilitas laboratorium uji di BTH Surabaya. Sedangkan Rp 150 miliar lainnya dipecah untuk revitalisasi berbagai fasilitas laboratorium uji lainnya yang secara total sebenarnya membutuhkan Rp 1,8 triliun.

“Memang anggota dewan sempat bertanya kenapa sebesar itu butuh dana untuk revitalisasi, setelah melihat sendiri ternyata laboratoriumnya saja memang besar sekali,” ujar dia.

Ia memastikan revitalisasi tersebut selesai di 2017 akan meningkatkan layanan BPPT.

“Kebetulan sudah antre juga perusahaan galangan kapal hingga migas untuk menggunakan layanan laboratorium ini,” ujarnya.

Kepala Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT Taufiq Arif Setyanto mengatakan revitalisasi dilakukan pada kolam manuevering (Manuevering Ocean Basin/MOB) khususnya untuk pembangkit gelombang di kolam manuever 35 X 100 meter. Selebihnya revitalisasi dilakukan untuk mesin membuat baling-baling, desain untuk torsi dan alat mengukur torsi untuk propeller.

Revitalisasi ini memang dibutuhkan selain untuk menghindari biaya yang semakin besar jika perbaikan ditunda karena, menurut dia, untuk mendukung pembangunan tiga pilar Pemerintah di bidang pertahanan dan keamanan (hankam), maritim dan energi.

“Dalam lima hingga enam tahun terakhir kami terpaksa tidak bisa melayani uji hidrodinamika perusahaan-perusahaan migas karena memang dibutuhkan presisi untuk uji manuevernya,” tuturnya.

Menurut dia, ini karena pembangkit gelombang hanya berfungsi 20 hingga 30 persen, padahal untuk presisi harus 100 persen berfungsi.

Dalam press tour tersebut sejumlah wartawan melihat sejumlah fasilitas uji laboratorium hidrodinamika yang termasuk terbesar di Asia Tenggara seperti kolam uji tarik (towing tank), kanal kavitasi (cavitation tunnel), kolam manuevering. Termasuk juga melihat bengkel produksi model, hingga bengkel mekanik.

BTH BPPT juga sedang mengembangkan kapal selam mini (mini jet) bersama Kementerian Pertahanan dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang, menurut perekayasa utama BPPT M Ridwan Utina, Tingkat Kesiapan Teknologi (Technology Readiness Level/TRL) sudah ada di 7 hingga 8. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

HIV positif

Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017. "Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif...

Kapolda Papua Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Asmat

ASMAT, SERUJI.CO.ID - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak dan sanak keluarganya yang menderita penyakit campak dan gizi buruk di...

TNI Kerahkan Dua Helikopter Kirim Obat ke Asmat

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Markas Besar TNI mengerahkan dua unit helikopter untuk mengirim obat-obatan guna membantu menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat,...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...