Mobile Internet Butuh Respon Cepat Pemerintah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mobile internet merupakan kebutuhan dan telah membentuk mindset dan gaya hidup masyarakat. Sayangnya, regulasi yang ditetapkan pemerintah berjalan lambat. Sehingga, tidak hanya penetrasi internet yang juga lambat, ditemukan pula banyak aktivitas ilegal seperti pemasangan tower di berbagai daerah.

‎”Misalnya di Yogyakarta, yang kami lihat banyak tower liar. Ini berarti regulasinya tidak sejalan dengan kecepatan atau kebutuhan masyarakat. Walaupun banyak yang sudah ditutup, tapi dari sisi regulasi tidak seimbang,” kata Direktur Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gajah Mada (UGM), Bambang Riyanto, di Jakarta, Kamis (9/11).

Padahal, lanjut Bambang, hasil riset yang dilakukan P2EB UGM bekerjasama dengan Indosat Ooredoo periode Agustus-Oktober 2017 menunjukan, mobile internet berkorelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan, setiap terjadi peningkatan jumlah pelanggan telepon seluler di Indonesia sebesar 10 persen diikuti dengan peningkatan Gross Domestic Product (GDP) hingga 0,4 persen.

Sayangnya, dengan infrastruktur dan suprastrktur berupa kebijakan pemerintah yang belum siap, dampak mobile internet terhadap peningkatan GDP di Indonesia masih kalah 0,03 persen dibandingkan dengan Malaysia. Indonesia hanya tidak jauh berbeda dari Thailand dan India.

Padahal, lanjut Bambang, berdasarkan riset ini pula yang melibatkan kurang lebih 100 orang denga‎n metode wawancara tatap muka kepada responden, diketahui bahwa mobile internet ternyata dapat memperluas kesempatan seseorang untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Banyak anggota masyarakat yang melakukan moonlighting atau menyambi pekerjaan.

“Misalnya dengan jual beli barang online dengan menggunakan mobil internet,” kata dia.

Dengan mobile internet, lanjut Bambang, waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis menjadi lebih pendek. Meskipun, kata dia, di sisi lain, perlu adanya intervensi pemerintah untuk mengurangi dampak negatif mobile internet. Sebab, kurangnya kemampuan berkomunikasi dapat meningkatkan konflik, seperti cyberbullyng, hate speech, hoax, fraud, dan addiction.

“Secara teknis kita siap, tetapi secara budaya kita perlu intervensi pemerintah,” kata dia.

Sementara itu, laporan Global Innovation Index yang terbit tahun 2017, peringkat inovasi Indonesia masih berada di posisi 87 dari total 127 negara atau hanya naik 1 peringkat dibanding tahun sebelumnya. Sementara di ASEAN, Indonesia berada jauh dibawah Malaysia (37), dan Vietnam (47).

Menurut pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, tingkat inovasi yang rendah tersebut tidak terlepas dari beberapa faktor. Antara lain, regulasi yang belum sepenuhnya mendukung, level pendidikan yang masih rendah, serta anggaran riset yang relatif kecil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER