Mahasiswa Universitas Jember Ciptakan Detektor Kelayakan Telur

1
55
telur, unej
Tiga Mahasiswa Universitas Jember pencipta Detektor Kelayakan Telur. (Foto: Dok Humas Unej)

JEMBER, SERUJI.CO.ID – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember, Jawa Timur, menciptakan detektor kelayakan telur karena prihatin dengan kesulitan para peternak ayam petelur memeriksa kondisi telur yang akan dijual di pasaran.

Ketiga mahasiswa pencipta alat deteksi kelayakan telur yakni M. Arif Baihaqi, Muh. Fazauddiyak, dan Malikul Fanani menamakan alat ciptaannya “EGGSOS” yang memiliki ketepatan mendeteksi kelayakan telur hingga 85 persen serta mudah digunakan.

“Kami mengamati selama ini peternak ayam petelur kesulitan dalam menentukan mana telur yang layak dan mana yang tidak, sehingga kami membuat alat detektor kelayakan telur,” kata Malikul Fanani di Kampus Fakultas Teknik Universitas Jember, Kamis (12/10).

Ia mengatakan mengonsumsi telur yang tidak layak secara kesehatan berpotensi untuk menimbulkan berbagai penyakit seperti sakit pada perut bagian atas, demam tinggi, sakit kepala, diare, bahkan muntaber.

“Kami berkonsultasi dengan dosen pembimbing guna mencari solusi permasalahan itu dan dalam jangka waktu kurang lebih dua bulan, alat deteksi kelayakan telur dapat tercipta,” tuturnya.

Muh. Fazauddiyak menjelaskan cara penggunaan alat detektor tersebut yakni hanya dengan menaruh telur pada alat EGGSOS, maka parameter kelayakan kualitas telur akan secara otomatis tampil pada layar.

“Parameter kelayakan tersebut meliputi berat telur, kekentalan kuning telur, dan warna cangkang. Ketiga parameter tersebut mengacu kepada standar nasional Indonesia bidang peternakan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” ucap mahasiswa angkatan 2015 itu.

Sementara itu, Arif Baihaqi menambahkan sistem kerja alat detektor kelayakan telur itu dilengkapi dengan pendeteksi kepekatan dan kualitas kuning telur berupa sensor “light dependent resistor” (LDR) yang berfungsi sebagai sensor cahaya dan photodioda yang dapat mengubah cahaya menjadi arus listrik.

“Hasilnya kemudian ditampilkan pada monitor yang tersedia, sehingga penggunaannya sangat mudah dan yang penting tidak akan merusak cangkang dari telur itu sendiri,” ujarnya.

1
2
BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Ceamah bela negara

Koarmatim Beri Pembekalan Bela Negara Dan Anti Narkoba

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Hang Tuah ke-71 Tahun 2018, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana...
Sidang pembakaran rumah

Dalang Pembakaran Rumah Tewaskan Satu Keluarga Dihukum Seumur Hidup

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Jaya Mita br Ginting menangis seketika saat majelis hakim menjatuhinya hukuman penjara seumur hidup. Wanita ini terbukti bersalah menjadi otak pelaku...
Freddy Purnomo

Golkar Jatim Siapkan Ribuan Baliho Khofifah-Emil

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - DPD Partai Golkar Jatim menyiapkan strategi pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dalan Pilgub Jatim. Salah...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...