Kominfo Dapat Beri Facebook Peringatan Ketiga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat memberi Facebook surat peringatan tertulis ketiga (SP III) atas penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh pihak ketiga apabila platform itu tidak mengindahkan permintaan Kominfo.

“Tunggulah (SP III), tunggu saja. Kami sudah minta beberapa hal seperti apa saja yang kami minta, nah sekarang perlahan-lahan kita minta. Kita juga harus realistis dalam artian timing-nya gimana,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta, Rabu (11/4).

Rudiantara mengatakan surat peringatan tertulis pertama telah dikirim Kamis (5/4), dan belum ada satu minggu, pihaknya telah mengirim surat peringatan kedua pada Selasa (10/4), sehingga untuk peringatan selanjutnya perlu menunggu.

Surat peringatan kedua dikirimkan untuk meminta Facebook memastikan data pengguna Indonesia dijaga dan diproteksi sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016.

“Itu yang paling penting. Kemudian kami minta, itu kan dinamis kami minta agar data disampaikan kepada kami itu siapa dimana bentuknya apa, kami belum memiliki rinciannya,” kata Rudiantara.

Hingga kini pihaknya belum mengetahui hasil audit kerja sama pihak ketiga yang dilakukan oleh Facebook dan enggan mengatakan tenggat waktu yang diberikan kepada Facebook.

Laporan tertulis hasil audit dibutuhkan untuk menakar dan mengukur potensi permasalahan yang timbul akibat aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook, termasuk bagaimana penggunaan data pribadi yang diambil oleh mitra Facebook.

Rudiantara mengatakan Kementerian Kominfo tidak bisa langsung melakukan audit kepada Facebook, melainkan memanfaatkan pendekatan dengan platform itu.

“Dalam konteks digital, kita tidak bisa secara fisik begitu, artinya ada pendekatan-pendekatan, approach yang memenuhi sebagai digital. Jadi bukan harus kita lihat barangnya, itu di dunia maya kok,” ucap Menkominfo.

Kementerian Kominfo menemukan informasi tambahan perusahaan yang modusnya diduga mirip Cambridge Analytica seperti CubeYou dan AgregateIQ.

Aplikasi dalam bentuk kuis dan tes kepribadian itu berpotensi digunakan untuk penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy