BNPB: Bencana Berkaitan Dengan Kemiskinan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bencana dan kemiskinan saling berkaitan dan bagaikan siklus lingkaran setan.

“Yang miskin tambah miskin dan semakin rawan terkena bencana. Apalagi, masyarakat miskin banyak yang tinggal di daerah yang rawan bencana seperti banjir atau longsor,” kata Sutopo di Jakarta, Jumat.

Sutopo mencontohkan masyarakat petani yang tinggal dan bercocok tanam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Menurut dia, sudah banyak penelitian yang menyatakan terdapat kaitan antara kemiskinan dan bencana di wilayah tersebut.

Di wilayah tersebut, banyak petani miskin yang hanya mampu membeli atau menyewa lahan untuk ditanami di daerah yang rawan banjir karena lahan yang bebas banjir harganya lebih mahal. Setiap kali menanam di sawah mereka harus berutang kepada tengkulak.

“Setelah menanam kemudian sawahnya kena banjir, dia jadi gagal panen. Padahal, dia tetap harus membayar utang. Akhirnya terpaksa berutang lagi. Belum lagi aset-asetnya seperti rumah yang hancur terkena bencana. Akhirnya dia tambah miskin,” tuturnya.

Sutopo mengatakan masyarakat miskin merupakan pihak yang paling terdampak bila terjadi bencana. Apalagi, mereka tidak memiliki kemampuan untuk memitigasi atau melindungi diri dari bencana.

“Solusi yang paling efektif adalah masalah tata ruang. Harus diatur betul dan ditegakkan aturan mana yang boleh dan mana yang tidak. Jangan semua dibiarkan,” katanya.  (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER